Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemprov Sulsel Mau Bentuk Satgas Pencegahan Dini Unjuk Rasa

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.(Dok. Humas Pemkot Makassar)
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.(Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya sih...
  • Satgas penanganan pencegahan dini ini akan berperan sebagai jalur komunikasi. Selain itu, satgas ini juga difungsikan sebagai saluran aspirasi bagi masyarakat.
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai jumlah unjuk rasa di wilayahnya termasuk tinggi dibandingkan daerah lain. Kondisi ini dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan investor di Sulsel.
  • Tujuan satgas meredam konflik dan bukan menghalangi aspirasi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan pencegahan dini unjuk rasa di wilayah Sulsel. Upaya ini diambil untuk menekan tingginya angka demonstrasi yang dinilai berpotensi mengganggu iklim investasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan pembentukan satgas tidak khusus menargetkan wilayah Luwu Raya, melainkan berlaku di seluruh Sulsel. Satgas akan menjadi jalur komunikasi dan aspirasi, sekaligus menindaklanjuti masukan yang disampaikan masyarakat.

"Bukan terkhusus ke Luwu Raya tapi khusus di Sulsel karena kita melihat angka demonstrasi di Sulsel termasuk yang tinggi, sehingga itu tidak bagus untuk investasi. Makanya kita akan membuat satgas penanganan pencegahan dini," kata Sudirman, Jumat (9/2/2026).

1. Satgas sebagai jalur komunikasi dan aspirasi

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Satgas penanganan pencegahan dini ini akan berperan sebagai jalur komunikasi. Selain itu, satgas ini juga difungsikan sebagai saluran aspirasi bagi masyarakat.

"Tim nanti akan bekerja bagaimana aspirasi-aspirasi bisa membantu menjelaskan dan menindaklanjuti hal-hal yang sifatnya disampaikan," kata Sudirman.

2. Angka demonstrasi Sulsel masih tinggi

Ilustrasi demontrasi. (IDN Times/Imam Faishal)
Ilustrasi demontrasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menilai jumlah unjuk rasa di wilayahnya termasuk tinggi dibandingkan daerah lain. Kondisi ini dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan investor di Sulsel.

"Paling tidak untuk rasionya kita mau (turun) jangan kita di seluruh Indonesia ini kita salah satu tertinggi (unjuk rasa) tidak bagus untuk investasi," kata Sudirman. 

Di Makassar saja, jumlah aksi demontrasi yang tercatat di Polrestabes Makassar yaitu 1.005 sepanjang 2025. Angka itu naik dari 537 pada tahun 2024.

3. Tujuan satgas meredam konflik dan bukan menghalangi aspirasi

Ilustrasi demo buruh (IDN Times/Trio Hamdani)
Ilustrasi demo (IDN Times/Trio Hamdani)

Sudirman menekankan tujuan pembentukan satgas adalah meredam potensi konflik dan menjaga ketertiban wilayah, bukan untuk menghalangi aspirasi warga. Satgas juga diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik dan investor terhadap stabilitas daerah.

"Kita ini ada upaya untuk merendam, bukan menghalangi tapi bagaimana memitigasi supaya  tertib wilayah dan trust (kepercayaan) publik investasi tetap terjaga," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Trauma Berlapis Pekerja Perempuan Korban Kekerasan Seksual

09 Feb 2026, 22:39 WIBNews