Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SPMB Sulsel 2026 Siap Dibuka, Ini 4 Jalur Penerimaannya
Kepala Dinas Pendidikan Iqbal Najamuddin saat konferensi pers terkait SPMB di Kantor Disdik Sulsel, Kamis (23/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • SPMB Sulsel 2026/2027 tetap membuka empat jalur penerimaan: domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua tanpa perubahan besar dari tahun sebelumnya.
  • Iqbal Najamuddin menegaskan penguatan pada aspek kedekatan tempat tinggal, indikator tambahan di jalur prestasi, serta kesiapan sistem daring untuk mengurangi kendala teknis pendaftaran.
  • Kuota SPMB 2026 diatur dengan proporsi: domisili 35 persen, afirmasi 30 persen, mutasi 5 persen, dan prestasi 30 persen yang mencakup akademik hingga kepemimpinan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Sulawesi Selatan mau buka pendaftaran sekolah baru tahun 2026. Ada empat cara masuk, yaitu lewat rumah yang dekat sekolah, lewat bantuan untuk yang kurang mampu, lewat nilai bagus, dan karena orang tua pindah kerja. Pak Iqbal bilang aturannya masih sama tapi lebih rapi. Daftarnya pakai internet supaya mudah dan cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Sulawesi Selatan tetap membuka empat jalur penerimaan bagi calon peserta didik SMA dan SMK. Keempat jalur tersebut yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin, menjelaskan mekanisme umum pada masing-masing jalur tidak mengalami banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya. Proses seleksi tetap berlangsung secara daring dengan tahapan yang telah disusun oleh panitia pelaksana.

"Secara umum tidak ada perubahan dari ketentuan yang ada. Jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua itu tetap dilaksanakan seperti biasa," kata Iqbal saat konferensi pers di Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026)

1. Jalur tetap sama namun ada penguatan di beberapa bagian

Ilustrasi PPDB. IDN Times/Fariz Fardianto

Menurut Iqbal, jalur domisili masih menjadi salah satu jalur utama dengan penguatan pada aspek kedekatan tempat tinggal dengan sekolah. Sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu atau kategori tertentu yang telah ditetapkan.

Adapun jalur prestasi tetap mengakomodasi capaian akademik maupun non-akademik siswa, yang kini juga dilengkapi dengan indikator tambahan seperti Tes Kemampuan Akademik. Sementara jalur perpindahan orang tua disiapkan bagi calon peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali.

"Terkait jalur-jalur itu, tidak ada perubahan secara umum dari ketentuan sebelumnya, hanya ada penguatan di beberapa bagian," katanya. 

3. Sistem online yang diiringi antisipasi kendala akun

Ilustrasi PPDB. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Iqbal mengatakan sistem penerimaan tetap berbasis daring seperti tahun sebelumnya. Menurutnya, mekanisme ini juga diiringi dengan upaya mengurangi kendala teknis yang kerap dialami calon peserta didik, seperti lupa akun atau kata sandi saat proses pendaftaran.

"Banyak hal yang terjadi karena mereka tidak mencermati mekanisme pendaftaran, seperti membuat akun atau lupa password. Makanya kita siapkan tahapan awal supaya saat pendaftaran resmi, mereka sudah siap," katanya.

3. Kuota jalur yang diatur dalam SPMB 2026

Ilustrasi PPDB sebelum masa pandemik. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Jalur pendaftaran SPMB 2026 di Sulawesi Selatan diatur dengan sejumlah ketentuan. Untuk SMA, SMK, dan sekolah berasrama, proses penerimaan dilaksanakan melalui sistem SPMB Online.

Pengecualian berlaku bagi sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta wilayah dengan jumlah penduduk usia sekolah yang tidak memenuhi ketentuan rombongan belajar, termasuk SLB.

Tahapan SPMB mencakup jalur domisili sebesar 35 persen yang terbagi dalam Zona I 15 persen dan Zona II 15 persen, afirmasi 30 persen, mutasi 5 persen, serta prestasi 30 persen. Jalur prestasi terdiri atas 22,5 persen prestasi akademik, 2,5 persen nonakademik, 2,5 persen keagamaan, dan 2,5 persen kepemimpinan.

Editorial Team