Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siapkan Rotasi, Munafri akan Geser Mayoritas Pejabat Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Wali Kota Makassar akan melakukan rotasi besar-besaran terhadap pejabat struktural di Pemerintah Kota Makassar
  • Hanya sekitar 15-20 persen pejabat yang akan dipertahankan, sisanya digeser ke posisi yang dianggap lebih strategis dan sesuai kebutuhan
  • Rotasi didasarkan pada hasil evaluasi kinerja dan analisis kebutuhan organisasi, targetnya rampung pada awal Juni 2025
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan akan melaksanakan rotasi besar-besaran terhadap pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. Hal itu disampaikannya kepada awak media, Jumat (2/5/2025), 

Dia menyebut hanya sekitar 15 hingga 20 persen pejabat yang akan dipertahankan di posisinya saat ini. Sisanya akan digeser ke posisi yang dianggap lebih strategis dan sesuai kebutuhan.

"Kalau tidak salah kira-kira yang direkomendasikan untuk stay itu di 15-20 persen. Tetapi kita akan melihat kembali posisi-posisi itu apakah memang layak untuk menjadi pilihan yang pertama pada saat dia tetap atau dirotasi," kata Munafri.

1. Rotasi berdasarkan hasil evaluasi kinerja

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Rotasi ini, menurut Munafri, tidak semata-mata didasarkan pada preferensi personal, melainkan hasil evaluasi kinerja dan analisis kebutuhan organisasi. Dia menegaskan setiap pergeseran dikerjakan untuk menempatkan orang yang paling tepat di posisi yang paling dibutuhkan.

"Kalau umpamanya kebutuhan kita ada di tempat lain, sementara mencari orang yang tidak tepat untuk ditempatkan di situ ya kita akan geser ke tempat yang lebih direkomendasikan," katanya. 

2. Pelantikan ditargetkan Juni, bisa bersamaan dengan Sekda

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Munafri menargetkan proses rotasi akan rampung dan pelantikan pejabat baru digelar pada awal Juni 2025. Dia juga berharap pelantikan tersebut bisa dilangsungkan bersamaan dengan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru.

"Kalau bisa, harapannya bisa begitu karena kan kalau kita sih mau on schedule tapi kan semua tergantung dari hasil komunikasi kita," katanya.

Saat ini, proses penggodokan nama-nama pejabat yang akan dirotasi masih berlangsung. Munafri mengatakan ada beberapa posisi strategis yang sedang dipertimbangkan secara serius agar penempatan pejabat sesuai dengan tantangan yang dihadapi Pemkot Makassar ke depan.

"Kan di situ kelihatan ada yang mau ke sini, mau ke situ. Direkomendasikannya seperti apa dalam posisi ini dan sebagainya sehingga ada yang direkomendasikan untuk tinggal, ada yang direkomendasikan untuk rotasi," kata Munafri.

3. Peringatan untuk kepala SKPD

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memberikan keterangan pers di Balai Kota Makassar, Selasa (22/4/2025). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Di sisi lain, Munafri juga menyoroti kurangnya kehadiran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) triwulan pertama. Dia menyebut hal itu sebagai bentuk ketidakseriusan terhadap proses evaluasi yang bertujuan memperbaiki jalannya pemerintahan.

"Sebenarnya ini saya agak kecewa. Kenapa? Karena diproses monev ini harusnya kepala SKPD hadir dong langsung. Mereka harus hadir. Mereka harus datang memberikan paparan terhadap apa yang mereka lakukan," kata Munafri. 

Dia menyesalkan SKPD yang tidak hadir kata telah merencanakan dan melaksanakan kegiatan namun tidak memonitornya. Padahal, rapat monev tidak bertujuan mencari kesalahan melainkan untuk memperbaiki hal-hal yang dinilai kurang baik. 

"Kita mau jalan bersama untuk saling dipadupadankan semua data. Apakah kita punya anggaran sesuai dengan tujuan dan targetnya. Insyaallah di monitoring yang kedua, saya akan pimpin langsung bersama semua kepala SKPD,"  katanya. 

Editorial Team

Related Article