Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Dipukul, Seorang Istri di Makassar Nekat Tikam Suami

Kota Makassar
Sering Dipukul, Seorang Istri di Makassar Nekat Tikam Suami
Seorang istri di Makassar tikam suami yang disebut sering berbuat kasar/tangkapan layar YouTube TV One
Intinya Sih
  • Erni menikam suaminya karena tidak tahan dengan kekerasan fisik dan perilaku buruknya.
  • Pasangan ini akhirnya berdamai melalui pendekatan restorative justice setelah insiden tersebut.
  • Erni sudah lama bersabar dengan perilaku kasar suaminya, namun akhirnya nekat menikam karena merasa capek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Erni, seorang istri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, nekat menikam suaminya, Rizal, menggunakan kunci motor. Insiden ini terjadi setelah Erni tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang kerap mabuk-mabukan, tidak peduli dengan keluarga, dan sering melakukan kekerasan fisik.

Akibat kejadian tersebut, Rizal harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami dua luka tikaman di tubuhnya.

1. Kronologi penikaman

Ilustrasi cekcok (IDN Times)
Ilustrasi cekcok (IDN Times)

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Panakkukang, pasangan ini akhirnya sepakat berdamai melalui pendekatan restorative justice yang diterapkan oleh pihak kepolisian.

Erni mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari pertengkaran melalui pesan singkat. Suaminya menyatakan tidak mengakui anak mereka sebagai darah dagingnya sendiri, yang membuat Erni merasa sakit hati.

"Cekcok di chat (WA), dia bilang anaknya bukan anak kandungnya. Jadi siapa yang tidak sakit hati?" ujar Erni saat memberikan keterangan kepada polisi.

2. Erni sering mengalami kekerasan dari suaminya

Ilustrasi kekerasan pada perempuan dan anak. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi kekerasan pada perempuan dan anak. (IDN Times/Aditya Pratama)

Erni juga mengaku sudah lama bersabar dengan perilaku kasar Rizal. Dia menyebut sering mendapat perlakuan kekerasan hingga wajahnya bengkak dan berdarah.

"Sebelumnya saya sudah lapor ke Polrestabes karena dia pukul saya sampai muka saya berdarah. Tapi orang tuanya datang memohon damai, jadi saya kasihan," tuturnya.

"Dia juga janji tidak akan pukul lagi, tapi ternyata masih sering memukul. Saya capek, makanya saya tikam," tambah Erni.

3. Proses hukum tidak dilanjutkan

Ilustrasi pengadilan. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi pengadilan. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Sangkala, mengonfirmasi insiden tersebut. la mengatakan bahwa kasus ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum karena kedua belah pihak memilih berdamai.

"Kemarin perkaranya tidak sampai di Reskrim, berdamai di SPKT," ujar Sangkala kepada IDN Times, Jumat (10/1/2025).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More