ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)
Sulawesi Selatan telah melalui fase puncak pandemik COVID-19 ketika angka harian COVID-19 menembus lebih dari 1.200 pada pertengahan Juli 2021 lalu. Tren kasus COVID-19 pun perlahan mulai melandai seiring dengan terus meningkatnya capaian vaksinasi pada akhir 2021.
Tren penurunan angka kasus ini terus berlanjut, sebelum akhirnya pada pekan pertama Februari 2022 terjadi peningkatan. Selama di fase tren penurunan, angka kasus harian nyaris tak pernah melebihi 10 kasus. Namun secara perlahan, angka kasus harian terlihat mulai mengalami peningkatan.
Pada 3 Februari 2022, angka kasus harian COVID-19 di Sulsel mencapai 106 kasus padahal di 2 Februari hanya ada 36 kasus. Pada 4 Februari, tambahan kasus harian kembali naik yaitu 118 dan bertambah 123 kasus di 5 Februari.
Di 6 Februari, angka kasus sedikit menurun yaitu 109 kasus dan menurun lagi di 7 Februari dengan 81 kasus. Lalu pada 8 Februari 2022, kasus harian COVID-19 Sulsel kembali naik menjadi 275 kasus.
Menurut data Satgas COVID-19 Sulsel sejak 31 Januari - 6 Februari 2022, atau pekan ketujuh 2022, pertambahan kasus harian COVID-19 sebanyak 566 kasus. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertambahan kasus harian COVID-19 pada pekan keenam atau 24 - Januari 2022 hanya 122 kasus.
Menanggapi tren peningkatan ini, Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Prof Ridwan Amiruddin, mengatakan kenaikan kasus tak hanya terjadi di Sulsel melainkan di beberapa daerah di Indonesia. Isu gelombang ketiga pandemik COVID-19 pun tak terelakkan.
"Indikasi ini sekarang juga menunjukkan bahwa Sulsel juga masuk ke awal gelombang ketiga dan proyeksinya sekitar Maret awal sampai pertengahan mencapai puncak kasus meninggi baik varian omicron maupun yang lainnya," kata Ridwan, Selasa (8/2/2022).