Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
Pemerintah Kabupaten Mamuju telah menetapkan status tanggap darurat sejak 8 Juni 2022 sampai 14 Juni 2022. Pemerintah di Mamuju juga mengupayakan penanggulangan dampak bencana gempa itu, dengan mendata dampak gempa baik korban luka, rumah rusak maupun memenuhi kebutuhan pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengatakan, gempa di daerahnya berdampak pada sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Tapalang, Kecamatan Tapalang Barat, Kecamatan Mamuju, Kecamatan Simboro dan Kecamatan Kalukku, yang mengakibatkan terganggunya fungsi layanan umum.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, Taslim Sukirno, menyatakan, 75 rumah rusak akibat gempa di Mamuju.
"Informasi rumah rusak yang berhasil didata akibat gempa itu, sebanyak 75 unit, dan data itu masih bersifat sementara," katanya.
Ia mengatakan, BPBD Mamuju masih melakukan pendataan rumah yang rusak akibat gempa pada sejumlah Kecamatan.
Ia menyampaikan, jumlah pengungsi akibat gempa Mamuju yang terdata sebanyak 7.670 orang.
Pengungsi tersebut berada pada sejumlah titik pengungsian di antaranya, Stadion Manakarra, Kantor TVRI Sulbar, Kantor Bupati Mamuju, Jalur Dua Kota Mamuju dan sejumlah titik di Kecamatan Tappalang Barat.