Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Rakernas IAI 2025, Apoteker Didorong Hadapi Tantangan Kesehatan Global

IMG_20250828_100849.jpg
Suasana pembukaan Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Rabu (27/8/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Makassar, IDN Times - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Makassar, 27-30 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro ini dihadiri ratusan apoteker dari seluruh Indonesia.

Rakernas bertujuan menyusun program kerja serta menyelaraskan peran apoteker dalam kebijakan kesehatan nasional. Sementara PIT berfokus pada peningkatan kompetensi anggota melalui pembahasan perkembangan ilmu kefarmasian.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar sebagai keynote speaker. Hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

1. Mentan sebut apoteker harus berpikir luar biasa untuk hadapi tantangan kesehatan

IMG_20250828_095821.jpg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan paparan dalam Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Rabu (27/8/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan keterkaitan kesehatan dengan ketahanan pangan. Dia menyoroti besarnya peluang bagi tenaga kesehatan, termasuk apoteker, dalam menekan biaya pengobatan ke luar negeri yang mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.

"Apoteker peluangnya besar. Setiap ada penyakit yang beredar,cari. Pasti bisa. Tetapi kalau berpikir biasa-biasa, yang saya tahu pastinya biasa-biasa. Jika kita berpikir luar biasa maka hasilnya luar biasa," kata Amran.

2. Amran soroti biaya Rp165 triliun untuk berobat ke luar negeri

IMG_20250828_100406.jpg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan paparan dalam Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Rabu (27/8/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Amran menyebutkan biaya yang dikeluarkan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri mencapai Rp165 triliun setiap tahun. Angka tersebut menggambarkan peluang ekonomi yang bisa digarap bersama oleh tenaga kesehatan, termasuk apoteker dan dokter.

Dia menilai kemampuan dalam menyusun narasi sudah baik, namun seringkali tidak diikuti dengan tindakan nyata. Menurutnya, narasi tanpa diiringi aksi hanya akan berhenti pada wacana.

"Kalau narasi dan jurnal kita sudah bagus tapi bagaimana ke depan supaya kita mencegah impor ini dan mencegah saudara kita yang berobat ke luar negeri dan berobatnya di tetangga, seperti Singapura dan Malaysia," kata Amran.

3. Kepala BPOM singgung soal perkembangan ilmu kefarmasian

IMG-20250828-WA0163.jpg
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar diwawancarai di sela Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Rabu (27/8/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Kepala Badan POM Taruna Ikrar hadir dalam kegiatan tersebut dan menyoroti pesatnya perkembangan ilmu kefarmasian. Dia menekankan perhatian khusus pada bidang produk biologi dan terapi genetik yang dinilai menjadi arah penting di masa depan.

"Itu perkembangannya luar biasa, dan ilmu sekarang berkembang yang lebih spesifik, yang berhubungan dengan yang disebut dengan ilmu yang berhubungan dengan produk biologi," kata Taruna.

Dia menjelaskan salah satu cabang dari produk biologi adalah Advanced Therapeutic Medicinal Product. Topik ini dianjurkannya untuk diperdalam dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan karena diyakini menjadi kunci perkembangan ilmu kefarmasian di masa depan.

"Itu gene therapy, terapi genetik, pengembangan rekayasa DNA, dan sebagainya itu. Bukan ilmu biasa, tapi ilmu yang betul-betul menjadi dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit yang selama ini tidak ada obatnya," kata Taruna.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us