Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gubernur Sulsel Serahkan Santunan kepada Keluarga Kopilot ATR 42-500

1001501995.jpg
Penyerahan santunan kepada keluarga Farhan, kopilot pesawat ATR 42-500 asal Luwu Timur yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, di Makassar, Selasa (27/1/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)
Intinya sih...
  • Ibunda korban sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian yang diberikan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
  • Jenazah kopilot Farhan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Darussalam Valley, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
  • Pesawat ATR 42-500 jatuh setelah menabrak kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan saat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Salah satu korban dalam peristiwa tersebut adalah Farhan, kopilot pesawat asal Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Santunan diserahkan atas nama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman oleh Kepala Biro Umum Setda Pemprov Sulsel Suhartono Nurdin bersama perwakilan Dinas Sosial. Penyerahan berlangsung di kediaman keluarga korban di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong II, Perumahan Graha Kencana Nomor B5, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (27/1/2026).

Andi Sudirman menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa korban. Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah daerah kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Ini untuk santunan bagi keluarga korban, semoga dapat bermanfaat dan wujud empati atas musibah semoga Allah memberi tempat yang layak kepada korban disisiNya Aamiin,” kata Andi Sudirman.

1. Ibunda korban sampaikan terima kasih

1001501996.jpg
Penyerahan santunan kepada keluarga Farhan, kopilot pesawat ATR 42-500 asal Luwu Timur yang menjadi korban kecelakaan di Gunung Bulusaraung, di Makassar, Selasa (27/1/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan akan tetap memberi perhatian kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Perhatian tersebut baik melalui dukungan moril serta bantuan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga korban.

Sementara itu, ibunda korban, Indrawati, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepedulian tersebut dirasakan keluarga di tengah suasana duka akibat kehilangan anggota keluarga tercinta.

"Terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur. Semoga berkah, sekali lagi terima kasih banyak bapak," ucap Indrawati.

2. Jenazah kopilot Farhan dimakamkan di Gowa

IMG_20260124_153855.jpg
Prosesi penyerahan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada keluarga di Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu (24/1/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Jenazah kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Darussalam Valley, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (25/1/2026). Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru dan dihadiri keluarga serta kerabat almarhum.

Kakak sepupu Farhan, Ramadan, mengatakan keluarga memutuskan memakamkan Farhan di Kabupaten Gowa. Keputusan itu diambil karena sebagian besar keluarga inti bermukim di Kota Makassar, sehingga lokasi makam lebih mudah dijangkau dibandingkan di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

"Domisili keluarga intinya di Makassar jadi kita pilih yang paling gampang aksesnya untuk semua keluarga. Terutama yang tinggal di Makassar dan juga tinggal di luar pulau (Sulawesi)," kata Ramadan kepada awak media.

3. Pesawat ATR 42-500 jatuh setelah menabrak kawasan Gunung Bulusaraung

IMG-20260117-WA0246.jpg
pesawat Indonesia Air Transport. (Dok. Istimewa)

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menempuh rute Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut kemudian dipastikan jatuh setelah menabrak kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dalam kecelakaan tersebut, pesawat membawa 10 orang yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tim SAR gabungan mengevakuasi seluruh korban dari lokasi kejadian, sementara tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Ini Daya Tampung Setiap Prodi di Unhas pada SNBP dan SNBT 2026

28 Jan 2026, 11:36 WIBNews