Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cari Anak Hilang di Makassar, Pria Gorontalo Sebut Polisi Tolak Laporannya

Cari Anak Hilang di Makassar, Pria Gorontalo Sebut Polisi Tolak Laporannya
Pria asal Gorontalo, Hamzah Sahari (71) yang sedang mencari anaknya yang hilang kontak di Makassar (Dok.IDN Times)
Intinya Sih
5W1H
  • Hamzah Sahari, pria 71 tahun asal Gorontalo, datang ke Makassar mencari putrinya Siti Sahida yang hilang sejak September 2025 namun laporannya ditolak polisi karena dianggap sudah dewasa.
  • Siti sebelumnya bekerja sebagai manajer di gerai Mie Gacoan Makassar dan sempat bercerita tentang pria yang ingin melamarnya sebelum tiba-tiba hilang kontak dengan keluarga.
  • Pihak kepolisian menyatakan telah membantu lewat Bhabinkamtibmas dan berencana memanggil kembali keluarga korban agar laporan resmi dibuat di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Seorang pria Gorontalo, Hamzah Sahari (71), datang jauh ke Makassar untuk mencari putri sulungnya yang hilang sejak September 2025. Namun saat mencoba melaporkan kehilangan anaknya di Polsek Panakkukang, ia mengaku laporannya belum diterima oleh pihak kepolisian dengan alasan anaknya sudah dewasa.

Hamzah merupakan pensiunan guru yang tinggal di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Ia datang ke Makassar demi mencari keberadaan anaknya, Siti Sahida Sahari (28) yang sudah berbulan-bulan tidak dapat dihubungi.

“Laporan saya tidak diterima sama bapak polisi. Dia bilang anak saya sudah dewasa dan bukan orang dengan gangguan mental, jadi belum bisa dibuat laporan,” kata Hamzah, Kamis (12/3/2026).

1. Hanya diminta sebar foto di medsos

-
Siti Sahida Sahari (28) Putri dari Hamzah Sahari yang hilang kontak di Makassar (Dok.IDN Times)

Hamzah hanya diarahkan oleh anggota Polsek Panakkukang Makassar untuk mencari informasi keberadaan anaknya di Makassar, termasuk ketemu Bhabinkamtibmas. "Saya juga disuruh buat selebaran foto dan ditulis orang hilang lalu di tempel atau di sebar luaskan," ujarnya.

Usai Ikuti saran polisi di Polsek Panakukang, Hamzah kemudian menemui Bhabinkamtibmas dan menceritakan maksud dan tujuannya. Namun Bhabinkamtibmas yang Hamzah ditemui hanya bisa membantu share ke media sosial dengan dalih karena bukan warganya yang hilang.

Sebelumnya, Hamzah juga sempat melapor ke Polda Gorontalo, namun diarahkan untuk melapor di Makassar karena lokasi terakhir anaknya diketahui berada di kota tersebut. Kini, di usianya yang tidak lagi muda, Hamzah hanya berharap ada pihak yang dapat membantu menemukan keberadaan putrinya.

“Saya cuma ingin tahu anak saya di mana. Kalau dia baik-baik saja, saya ingin dengar langsung. Saya sudah tua, hanya ingin memastikan anak saya selamat,” ucapnya.

2. Kronologi anak hilang sejak September 2025

-
Pria asal Gorontalo, Hamzah Sahari (71) yang sedang mencari anaknya yang hilang kontak di Makassar (Dok.IDN Times)

Siti Sahida merupakan lulusan sarjana keperawatan dan anak pertama dari dua bersaudara. Ia sebelumnya bekerja sebagai manajer di salah satu gerai restoran Mie Gacoan di Jalan AP Pettarani, Makassar.

Menurut Hamzah, putrinya awalnya mendaftar bekerja di Mie Gacoan Kota Gorontalo pada April 2025. Saat itu Siti bersama sembilan orang lainnya dikirim ke Makassar untuk mengikuti pelatihan selama tiga bulan.

“Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” ujarnya.

Setelah dinyatakan lulus, Siti dipercaya menjadi manajer di salah satu gerai Mie Gacoan di Makassar pada Agustus 2025. Selama bekerja, komunikasi dengan keluarganya di Gorontalo masih berjalan lancar.

Hamzah juga mengungkapkan, sebelum menghilang, putrinya sempat bercerita kepada orang tuanya bahwa ada seorang pria yang ingin melamarnya. Pria tersebut disebut bekerja di salah satu rumah sakit di Makassar.

“Dia bilang ada laki-laki yang ingin melamar dan bahkan ingin datang ke Gorontalo. Tapi anak saya bilang ke ibunya dia baru bekerja dan belum siap menikah,” tuturnya.

Lalu, sejak September 2025, komunikasi antara Siti dan keluarganya tiba-tiba terputus. Nomor teleponnya tidak lagi aktif dan keluarga tidak dapat lagi menghubunginya.

3. Anaknya sudah keluar dari tempat kerja

-
Mie Gacoan Pettarani Makassar (Dok.IDN Times)

Khawatir terjadi sesuatu, Hamzah akhirnya memutuskan datang langsung ke Makassar. Ia tiba pada Minggu, 8 Maret 2026. Di Makassar, Hamzah kemudian menemui kenalannya bernama H. Idham yang tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea.

Idham memberi Jamzah tumpangan di rumahnya sementara waktu selama mencari keberadaan anaknya. Pada hari pertama di Makassar, Hamzah bersama Idham mendatangi gerai Mie Gacoan di Jalan Pettarani, tempat Siti sebelumnya bekerja.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, mereka akhirnya bertemu dengan manajer yang kini menggantikan posisi Siti. Dari keterangan pihak manajer, Hamzah mengaku mendapat informasi bahwa anaknya sudah tidak lagi bekerja dan disebut membawa kabur uang perusahaan.

“Saya langsung bilang, berarti anak saya ini buronan. Kenapa tidak lapor polisi? Tapi orang itu bilang tidak melapor polisi,” jelas Hamzah.

Pernyataan tersebut membuat Hamzah semakin curiga. Ia menilai jika memang ada dugaan pencurian, seharusnya perusahaan melaporkan ke pihak kepolisian. “Kalau memang anak saya membawa kabur uang perusahaan, kenapa tidak dilaporkan ke polisi,” ujarnya.

Hamzah menegaskan dirinya tidak percaya jika anaknya melakukan pencurian.

“Saya yakin anak saya tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kalau memang ada masalah, seharusnya ada kejelasan. Sampai sekarang tidak ada penjelasan, malah anak saya hilang kontak,” tegasnya.

4. Polisi klaim sudah bantu lewat Bhabinkamtibmas

-
Ilustrasi pencarian orang hilang (IDN Times/Arif Rahmat)

Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin memberikan penjelasan terkait dugaan penolakan laporan tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada Polsek Panakkukang.

“Saat yang bersangkutan datang melapor, langsung diarahkan ke Binmas untuk mendapatkan bantuan,” ujar Wahid.

Menurutnya, karena kasus tersebut berkaitan dengan wilayah binaan masyarakat, maka Bhabinkamtibmas dilibatkan untuk membantu proses pencarian. “Karena wilayah kerjanya Binmas, jadi mereka membantu mencari informasi dan menyebarkan data yang bersangkutan,” katanya.

Wahid juga menyebutkan keluarga korban seharusnya diarahkan untuk melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. Ia menambahkan pihak kepolisian akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memanggil kembali keluarga korban agar proses pelaporan dapat dilakukan secara resmi.

“Saya akan sampaikan agar orangtuanya dipanggil kembali dan diarahkan melapor ke Unit PPA Polrestabes Makassar,” katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More