- Masuk Lapangan: Sekitar 100 suporter memasuki area lapangan dari tribun selatan setelah laga berakhir, berujung denda Rp60 juta.
- Flare dan Pembakaran: Penggunaan dua buah flare serta aksi pembakaran spanduk di area lapangan menambah beban denda sebesar Rp60 juta.
- Pelemparan Botol: Aksi pelemparan air minum kemasan di belakang bangku cadangan tim membuat PSM kembali didenda Rp30 juta.
Sanksi Bertubi-tubi PSM Makassar, Kena Ban FIFA dan Denda Ratusan Juta

- PSM Makassar dijatuhi hukuman registration ban oleh FIFA selama tiga periode bursa transfer mulai 9 Maret 2026, melarang pendaftaran pemain baru lokal maupun asing.
- Komdis PSSI memberikan tiga sanksi kepada PSM akibat ulah suporter saat laga kontra Persita Tangerang, dengan total denda mencapai Rp150 juta.
- Aksi suporter yang melanggar aturan dipicu kekecewaan atas kekalahan 2-4 dari Persita, setelah PSM sempat unggul dua gol di awal pertandingan.
Makassar, IDN Times – Kabar kurang sedap kembali menghampiri klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Belum usai kekecewaan suporter akibat performa tim yang merosot, manajemen "Pasukan Ramang" kini harus menghadapi sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sekaligus hukuman registration ban dari FIFA.
Berikut rincian "badai" sanksi yang menerjang Juku Eja di pekan kedua Maret 2026.
1. FIFA jatuhkan hukuman larangan pendaftaran pemain selama 3 periode

Kabar mengejutkan datang dari laman resmi FIFA yang merilis daftar klub dengan sanksi registration ban. PSM Makassar tercatat terkena hukuman tersebut terhitung sejak 9 Maret 2026.
Sanksi ini melarang PSM mendaftarkan pemain baru, baik lokal maupun asing, untuk tiga periode bursa transfer mendatang. Meskipun FIFA tidak merinci penyebab pastinya, sanksi serupa yang pernah diterima PSM sebelumnya sering kali berkaitan dengan masalah finansial, seperti tunggakan hak pemain atau staf.
2. Tiga sanksi Komdis PSSI akibat ulah suporter, total denda Rp150 juta

Tak hanya sanksi internasional, PSM juga dijatuhi tiga hukuman sekaligus oleh Komdis PSSI akibat insiden dalam laga melawan Persita Tangerang pada 2 Maret lalu. Berdasarkan SK No. 181, 182, dan 183, berikut rinciannya:
Secara akumulatif, manajemen PSM Makassar harus merogoh kocek hingga Rp150 juta hanya untuk membayar denda disiplin dari satu pertandingan tersebut.
3. Dipicu kekecewaan atas hasil buruk di kandang

Rentetan pelanggaran disiplin oleh suporter ini disinyalir sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa. Pada laga melawan Persita tersebut, PSM Makassar harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 2-4.
Padahal, Juku Eja sempat unggul dua gol terlebih dahulu lewat penalti Yuran Lopes dan gol Aloisio sebelum akhirnya terkena remontada. Kekalahan menyakitkan ini menambah panjang tren negatif PSM di kompetisi BRI Super League 2025/2026, yang memicu tensi tinggi dan reaksi keras di kalangan pendukung fanatiknya.


















