Jeritan Suporter PSM Makassar: Bangkit Sekarang atau Degradasi!

- PSM Makassar terpuruk di peringkat 13 klasemen BRI Super League 2025/2026 setelah empat kekalahan beruntun, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi.
- Suporter meluapkan kekecewaan di Stadion Gelora BJ Habibie, menilai performa tim sebagai yang terburuk dalam beberapa musim terakhir dan mempertanyakan koordinasi internal klub.
- Pendukung mendesak manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh agar PSM bisa bangkit dan terhindar dari ancaman degradasi menjelang laga tandang kontra Malut United.
Makassar, IDN Times - Kondisi PSM Makassar di BRI Super League 2025/2026 kian mengkhawatirkan. Setelah menelan empat kekalahan beruntun, Juku Eja kini terlempar ke peringkat 13 dan hanya terpaut 5 poin dari zona merah.
Puncaknya, para suporter menumpahkan kekesalan dan rasa khawatir mereka setelah duel melawan Pendekar Cisadane. Mereka langsung menghambur ke dalam lapangan sembari membawa spanduk protes. Tanpa pelatih kepala Tomas Trucha yang langsung menghilang dari bench, para pemain senior seperti Yuran Fernandes dan Muhammad Arfan pun menemui pendukung setia.
1. Disebut sebagai performa terburuk PSM dalam beberapa musim terakhir

Fenomena ini memicu reaksi keras dari para pentolan suporter yang merasa performa PSM Makassar sedang berada di titik nadir. Rio Veiriza dari kelompok suporter Gue PSM mengaku terpukul dengan merosotnya prestasi tim musim ini. Baginya, melihat PSM nyaris terjun zona degradasi adalah kenyataan pahit yang sulit diterima oleh nalar pendukung setia.
"Yang jelas ini seperti mimpi. Tidak pernah kita sangka PSM performanya bakal seburuk ini. Rasanya ini perolehan terburuk yang pernah ada. Sedikit lagi PSM sudah di zona degradasi," ungkap Rio dengan nada kecewa saat dihubungi IDN Times pada Selasa (3/3/2026). PSM baru memetik 5 kemenangan dari 24 laga yang sudah dijalani.
Pentolan kelompok suporter PSM yang berbasis di Jakarta tersebut menegaskan bahwa selama ini militansi suporter tidak pernah luntur, baik dalam laga kandang maupun tandang. Para pendukung rela berkorban waktu dan tenaga demi mengawal tim, bahkan saat ada aturan pembatasan di stadion lawan.
2. Suporter kebingungan mencari akar masalah yang saat ini menimpa Pasukan Ramang

"Padahal suporter, baik di laga home atau away, sudah berikan yang terbaik dan selalu ada dalam keadaan apapun itu. Bahkan di laga away, di mana suporter tamu dilarang masuk ke dalam stadion, tapi kita tetap kawal di luar stadion," tambah Rio.
Kondisi PSM yang seolah kehilangan taji memicu tanda tanya besar di benak Erwinsyah dari Komunitas VIP Selatan (KVS). Ia merasa ada yang salah dalam koordinasi tim, tapi sulit memastikan apa letak kesalahan utamanya yang akhirnya berimbas telak pada tim.
"Sangat sangat menyedihkan melihat kondisi PSM sekarang. Kita tidak tahu masalah terbesarnya ada di mana. Pemain kah, pelatih kah atau manajemen kah," ujar sosok yang biasa disapa Daeng Ewink tersebut dalam kesempatan terpisah.
3. Tim didesak untuk segera melakukan evaluasi demi menjauh dari zona degradasi

Daeng Ewink pun mendesak manajemen untuk segera melakukan langkah nyata sebelum terlambat. Pilihan bagi PSM saat ini hanya tinggal dua yakni melakukan perbaikan menyeluruh atau pasrah menuju jurang degradasi.
"Kami suporter hanya berharap ada evaluasi secepatnya terhadap tim PSM biar tidak memasuki zona yang sangat tidak diinginkan. Kami hanya bisa berdoa dan meminta kepada pemain dan manajemen untuk bangkit atau tenggelam," tegasnya.
Saat ini, PSM Makassar sedang bersiap menghadapi duel pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Mereka akan bertandang ke markas sesama klub Indonesia Timur sekaligus salah satu penghuni papan atas, yakni Malut United, pada Sabtu (7/3/2026) mendatang.

















