Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Musim 2025/2026 Selesai, PSM Malah Kembali Kena Sanksi FIFA

Musim 2025/2026 Selesai, PSM Malah Kembali Kena Sanksi FIFA
Pesepak bola PSM Makasar Gledson Paixao (tengah) melakukan selebrasi seusai berhasil menjebol gawang PSBS Biak pada laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (8/2/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Intinya Sih
  • FIFA kembali menjatuhkan sanksi larangan transfer tiga periode kepada PSM Makassar sejak 22 Mei 2026 karena pelanggaran terkait kewajiban finansial klub.
  • Sanksi ini mengancam rencana evaluasi besar-besaran tim PSM setelah musim berakhir, termasuk upaya perombakan skuat yang sudah direncanakan oleh caretaker Ahmad Amiruddin.
  • Sepanjang musim 2025/2026, PSM Makassar sudah empat kali menerima sanksi transfer ban dari FIFA, menandakan masalah finansial klub belum sepenuhnya terselesaikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - Meski musim 2025/2026 sudah rampung, kabar buruk kembali menerpa kubu PSM Makassar. Setelah sempat bernapas lega karena dinyatakan lolos Club Licensing Cycle berkategori Granted tanpa sanksi, mereka kembali menghadapi kenyataan pahit.

Berdasarkan pantauan IDN Times pada Senin (25/5/2026) siang, sanksi larangan transfer resmi dijatuhkan kepada PSM sejak Jumat (22/5/2026) pekan lalu. Ini hanya berselang dua pekan setelah manajemen merayakan kelolosan lisensi klub Asia (ACL 2) yang sempat dianggap sebagai sinyal bahwa seluruh masalah finansial klub telah tuntas.

1. Sanksi transfer ban 3 periode dijatuhkan kepada PSM sejak Jumat (22/5/2026) pekan lalu

PSM Makassar versus Persib Bandung di musim 2025/2026.
Pesepak bola PSM Makassar Yuran Fernandes (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Ramon De Andrade (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU

FIFA kembali menetapkan registration ban selama 3 periode bursa transfer. Jika manajemen tidak segera menyelesaikan akar permasalahan yang menjadi pemicu hukuman ini, maka PSM dipastikan tidak akan bisa mendaftarkan pemain baru (baik lokal maupun asing) untuk mengarungi musim kompetisi mendatang.

Induk sepak bola dunia menjatuhkan sanksi larangan transfer pada sebuah klub jika terbukti melakukan pelanggaran regulasi terkait pemenuhan hak finansial atau sengketa kontrak kerja. Kasus yang paling sering memicu sanksi ini adalah adanya tunggakan pembayaran gaji pemain, pelatih, atau staf, serta kelalaian dalam melunasi biaya transfer.

2. Menjadi ancaman utnuk rencana Pasukan Ramang melakukan evaluasi besar-besaran

PSM Makassar versus Borneo FC Samarinda di musim 2025/2026.
Pesepak bola PSM Makassar Gledson Paixao (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Borneo FC Samarinda Peralta (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar

Sanksi FIFA terbaru menjadi ancaman untuk rencana besar tim kepelatihan Pasukan Ramang. Pasalnya, selepas laga pamungkas melawan Madura United, caretaker Ahmad Amiruddin sudah menegaskan akan melakukan evaluasi besar-besaran.

"Yang bisa dipertahankan hanya 25 persen dari skuat," ungkap pelatih kelahiran Bone tersebut. Alhasil, rencana PSM cuci gudang dan berburu banyak pilar baru di bursa transfer mendatang bisa kembali terancam.

3. Sepanjang musim 2025/2026, PSM Makassar dijatuhi sanksi sebanyak 4 kali oleh FIFA

Persib Bandung versus PSM Makassar di musim 2025/2026.
Pesepak bola Persib Bandung Rosembergne Da Silva (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Yuran Fernandes Rocha Lopes (kedua kanan) pada pertandingan lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/12/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/sgd

Sepanjang musim 2025/2026, PSM Makassar tercatat 4 kali keluar-masuk daftar hitam transfer ban FIFA. Rentetan sanksi diawali pada 8 Oktober 2025 yang baru bisa diselesaikan pertengahan Desember 2025, disusul sanksi kilat pada 9 Januari 2026 yang dicabut pada pertengahan bulan yang sama.

Dua sanksi beruntun menghantam berturut-turut pada 9 Maret dan 20 Maret 2026. Meski manajemen sempat bernapas lega setelah melunasi sengketa tersebut pada awal Mei demi memuluskan kelolosan lisensi klub Asia, vonis di akhir Mei ini jadi bukti nyata masalah finansial masih mengancam rencana Pasukan Ramang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More