Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rapor 3 Pelatih PSM Makassar di Musim 2025/2026, Siapa Cemerlang?

Rapor 3 Pelatih PSM Makassar di Musim 2025/2026, Siapa Cemerlang?
Caretaker PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, saat memimpin sesi latihan tim di Stadion Kalegowa Pallangga pada 10 Oktober 2025. (Instagram.com/psm_makassar)
Intinya Sih
  • PSM Makassar mengalami musim 2025/2026 penuh gejolak dengan tiga kali pergantian pelatih akibat performa tidak stabil dan ancaman degradasi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
  • Bernardo Tavares mengakhiri masa tugasnya setelah enam laga awal dengan hasil minim kemenangan, sementara penggantinya Tomas Trucha gagal mempertahankan performa hingga tim terpuruk di papan bawah.
  • Ahmad Amiruddin dua kali menjadi pelatih interim dan berhasil menyelamatkan PSM dari degradasi lewat poin-poin penting di akhir musim bersama staf teknis klub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times – Musim 2025/2026 berjalan ibarat roller coaster bagi PSM Makassar. Dihadapkan pada berbagai dinamika internal dan ancaman degradasi, performa tidak stabil berdampak langsung pada panasnya kursi kepelatihan.

Tercatat, Pasukan Ramang harus berganti nahkoda sebanyak tiga kali dalam satu musim demi bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola tanah air. Mulai dari mundurnya sang pelatih ikonik, kepemimpinan arsitek asing baru yang minim hasil, hingga penyelamatan krusial dari sang pelatih interim. Berikut adalah rapor performa tiga pelatih yang menukangi PSM Makassar di sepanjang musim 2025/2026.

1. Bernardo Tavares: Akhiri masa tugas sejak musim 2022/2023

Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, jelang pertandingan babak playoff AFC Cup 2023 melawan Yangon United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (23/8/2023). (Johannes P. Christo/Asian Football Confederation (AFC))
Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, jelang pertandingan babak playoff AFC Cup 2023 melawan Yangon United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (23/8/2023). (Johannes P. Christo/Asian Football Confederation (AFC))
  • Periode Tugas: 8 Agustus 2025 – 27 September 2025
  • Rapor Performa: 6 pertandingan (1 menang, 4 seri, 1 kalah)

Awal musim 2025/2026 menjadi akhir dari pengabdian panjang pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Setelah melewati pasang surut emosional dan mempersembahkan gelar juara di masa lalu, kebersamaan Tavares dan PSM berakhir di awal musim ini karena dinamika internal klub.

Dari 6 pertandingan di bawah asuhannya awal musim ini, taktik Tavares cenderung berhati-hati dengan hasil yang kurang menggigit. Ia hanya mampu mempersembahkan 1 kemenangan, menelan 1 kekalahan, dan harus puas berbagi poin dalam 4 pertandingan. Hasil kurang maksimal ini memicu perpisahan setelah ia memutuskan mundur kurang dari 2 bulan kompetisi berjalan.

2. Tomas Trucha: Nyaris berakhir di jurang degradasi

Pelatih kepala PSM Makassar Tomas Trucha.
Pelatih kepala PSM Makassar, Tomas Trucha, dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan pada 20 November 2025. (Dok. Ofisial PSM Makassar)
  • Periode Tugas: 9 November 2025 - 7 Maret 2026
  • Rapor Performa: 18 pertandingan (4 menang, 3 seri, 11 kalah)

Setelah mundurnya Tavares, manajemen menunjuk juru taktik asal Republik Ceko, Tomas Trucha. Mengemban ekspektasi besar, Trucha sebenarnya sempat memulai debut manis dengan tiga kemenangan beruntun di awal kedatangannya. Namun, masa-masa bulan madu itu sirna dengan cepat.

PSM kemudian mengalami penurunan performa secara drastis, terutama akibat rentetan hasil minor beruntun di paruh kedua kompetisi. Dari 18 pertandingan resmi yang dipimpinnya, Trucha hanya mampu mencatatkan 4 kemenangan, 3 hasil imbang, dan menderita 11 kali kekalahan. Performa jeblok membuat Juku Eja tergelincir ke papan bawah, dan Trucha akhirnya didepak sebelum musim berakhir.

3. Ahmad Amiruddin: Sang pahlawan di masa kritis

-
Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin (kiri), setelah salah satu pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie Parepare. (Dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)
  • Periode Tugas: 19 Oktober 2025 - 2 November 2025 & 4 April 2026 - 23 Mei 2026
  • Rapor Performa: 10 pertandingan (3 menang, 3 seri, 4 kalah)

Ahmad Amiruddin menjadi sosok pahlawan di masa paling kritis. Sosok kelahiran Bone tersebut tercatat dua kali mengambil alih kemudi tim sebagai pelatih sementara (caretaker), yakni pasca-mundurnya Tavares dan setelah pemecatan Tomas Trucha menjelang akhir musim. Tugas keduanya di pengujung musim adalah yang paling berat sebab ia harus menyelamatkan tim dari ancaman turun kasta.

Dari total 10 laga di bawah arahannya, mantan pemain PSM dekade 2000-an ini berhasil catatkan 3 kemenangan, 3 hasil seri, dan 4 kekalahan. Meski statistik keterpilihannya fluktuatif, tambahan poin-poin krusial yang ia racik bersama Direktur Teknik Zulkifli Syukur dan asisten pelatih Ronald Fagundez sukses membuat PSM bertahan di Super League musim depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More