Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waduh, PSM Makassar Kembali Dijatuhi Sanksi Larangan Transfer

Waduh, PSM Makassar Kembali Dijatuhi Sanksi Larangan Transfer
Salah satu momen laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 antara PSM Makassar versus Persik Kediri yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie, Parepare, 23 April 2026. (instagram.com/psm_makassar)
Intinya Sih
  • PSM Makassar kembali dijatuhi dua sanksi larangan transfer aktif oleh FIFA akibat masalah administrasi dan sengketa finansial yang belum tuntas.
  • Kedua sanksi tersebut berlaku selama tiga periode bursa transfer, membuat PSM tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk sementara waktu.
  • FIFA dapat mencabut hukuman lebih cepat jika manajemen segera menyelesaikan kewajiban finansial atau sengketa hukum dengan pihak terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times – Kabar buruk kembali menerpa kubu PSM Makassar di tengah eksodus pilar utama mereka menjelang musim kompetisi 2026/2027. Belum usai urusan kehilangan pemain inti, mereka kembali mendapatkan sanksi larangan aktivitas transfer (registration bans) dari federasi sepak bola dunia, FIFA.

Berdasarkan data di laman Knowledge FIFA berdasarkan pantauan IDN Times pada Kamis (9/7/2026), mereka kembali mendapat pembatasan pendaftaran pemain baru. Hal ini memperpanjang catatan kelam administrasi manajemen Juku Eja setelah sebelumnya sempat terjerat kasus serupa pada akhir musim kompetisi lalu.

1. Saat ini PSM Makassar sedang didera 2 sanksi larangan transfer aktif dari FIFA

Madura United versus PSM Makassar di musim 2025/2026.
Salah satu momen laga pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 antara Madura United versus PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Kab. Bangkalan, 23 Mei 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Nama PSM Makassar tercatat mengantongi 2 hukuman larangan transfer yang berstatus aktif dalam waktu berdekatan. Sanksi teranyar dijatuhkan oleh otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut sejak Selasa (9/7/2026) lalu.

Sebelum sanksi awal Juli ini turun, manajemen PSM sebenarnya sudah lebih dulu dijatuhi hukuman serupa pada akhir musim lalu, tepatnya pada 22 Mei 2026. Munculnya 2 hukuman ini mengindikasikan adanya kewajiban finansial atau sengketa kontrak kerja yang belum diselesaikan sepenuhnya oleh pihak manajemen.

2. Hukuman berlaku selama 3 kali masa bursa transfer

Gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan.
Aksi gelandang PSM Makassar, Muhammad Arfan, dalam laga pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kab. Jepara, 24 Januari 2026. (instagram.com/psm_makassar)

Merujuk pada detail hukuman yang dijatuhkan, FIFA menerapkan sanksi maksimal untuk tim asuhan Darije Kalezic tersebut. Baik sanksi bertanggal 22 Mei maupun 7 Juli, keduanya sama-sama bermuara pada hukuman pembatasan aktivitas transfer selama 3 periode bursa transfer berturut-turut.

Jika manajemen tidak segera mengambil langkah penyelesaian, PSM Makassar dipastikan tidak bisa mendaftarkan pemain lokal baru maupun legiun asing baru. Padahal, mereka dirumorkan tengah gencar melakukan persiapan untuk mengarungi Super League musim 2026/2027.

3. Manajemen harus segera membereskan sengketa ini

Borneo FC versus PSM Makassar di musim 2025/2026
Gelandang PSM Makassar, Savio Roberto (dua dari kanan), dalam laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri Samarinda pada 3 Januari 2026. (dok. Ofisial PSM Makassar/Agung Dewantara)

Hukuman registration bans ini sejatinya dapat dicabut seketika oleh FIFA sebelum durasi 3 periode berakhir. Syaratnya yakni manajemen Juku Eja segera melunasi seluruh tunggakan finansial atau menyelesaikan sengketa hukum dengan pihak penggugat (baik mantan pemain, pelatih, maupun agen).

Langkah cepat dan responsif kini sangat dinantikan dari jajaran manajemen. Jika penyelesaian administrasi ini berlarut-larut, target transfer pelatih Darije Kalezic untuk membangun ulang fondasi tim pasca-kepergian sejumlah pemain penting terancam berantakan total akibat terganjal sanksi tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More