Waduh, PSM Makassar Kembali Dijatuhi Sanksi Larangan Transfer

- PSM Makassar kembali dijatuhi dua sanksi larangan transfer aktif oleh FIFA akibat masalah administrasi dan sengketa finansial yang belum tuntas.
- Kedua sanksi tersebut berlaku selama tiga periode bursa transfer, membuat PSM tidak bisa mendaftarkan pemain baru untuk sementara waktu.
- FIFA dapat mencabut hukuman lebih cepat jika manajemen segera menyelesaikan kewajiban finansial atau sengketa hukum dengan pihak terkait.
Makassar, IDN Times – Kabar buruk kembali menerpa kubu PSM Makassar di tengah eksodus pilar utama mereka menjelang musim kompetisi 2026/2027. Belum usai urusan kehilangan pemain inti, mereka kembali mendapatkan sanksi larangan aktivitas transfer (registration bans) dari federasi sepak bola dunia, FIFA.
Berdasarkan data di laman Knowledge FIFA berdasarkan pantauan IDN Times pada Kamis (9/7/2026), mereka kembali mendapat pembatasan pendaftaran pemain baru. Hal ini memperpanjang catatan kelam administrasi manajemen Juku Eja setelah sebelumnya sempat terjerat kasus serupa pada akhir musim kompetisi lalu.
1. Saat ini PSM Makassar sedang didera 2 sanksi larangan transfer aktif dari FIFA

Nama PSM Makassar tercatat mengantongi 2 hukuman larangan transfer yang berstatus aktif dalam waktu berdekatan. Sanksi teranyar dijatuhkan oleh otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut sejak Selasa (9/7/2026) lalu.
Sebelum sanksi awal Juli ini turun, manajemen PSM sebenarnya sudah lebih dulu dijatuhi hukuman serupa pada akhir musim lalu, tepatnya pada 22 Mei 2026. Munculnya 2 hukuman ini mengindikasikan adanya kewajiban finansial atau sengketa kontrak kerja yang belum diselesaikan sepenuhnya oleh pihak manajemen.
2. Hukuman berlaku selama 3 kali masa bursa transfer

Merujuk pada detail hukuman yang dijatuhkan, FIFA menerapkan sanksi maksimal untuk tim asuhan Darije Kalezic tersebut. Baik sanksi bertanggal 22 Mei maupun 7 Juli, keduanya sama-sama bermuara pada hukuman pembatasan aktivitas transfer selama 3 periode bursa transfer berturut-turut.
Jika manajemen tidak segera mengambil langkah penyelesaian, PSM Makassar dipastikan tidak bisa mendaftarkan pemain lokal baru maupun legiun asing baru. Padahal, mereka dirumorkan tengah gencar melakukan persiapan untuk mengarungi Super League musim 2026/2027.
3. Manajemen harus segera membereskan sengketa ini

Hukuman registration bans ini sejatinya dapat dicabut seketika oleh FIFA sebelum durasi 3 periode berakhir. Syaratnya yakni manajemen Juku Eja segera melunasi seluruh tunggakan finansial atau menyelesaikan sengketa hukum dengan pihak penggugat (baik mantan pemain, pelatih, maupun agen).
Langkah cepat dan responsif kini sangat dinantikan dari jajaran manajemen. Jika penyelesaian administrasi ini berlarut-larut, target transfer pelatih Darije Kalezic untuk membangun ulang fondasi tim pasca-kepergian sejumlah pemain penting terancam berantakan total akibat terganjal sanksi tersebut.
















