Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Banyak Warga Sulawesi Pilih Atap Rumah Genteng, Hanya Dua Persen

Tak Banyak Warga Sulawesi Pilih Atap Rumah Genteng, Hanya Dua Persen
ilustrasi genteng tanah luat (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Data BPS menunjukkan penggunaan atap genteng di Sulawesi hanya 2,45 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Jawa dan Sumatera.
  • Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan mencatat persentase tertinggi penggunaan genteng, masing-masing 3,35 persen dan 3,24 persen.
  • Sekitar 90 persen rumah di Sulawesi memakai atap seng karena faktor geografis, ketersediaan bahan lokal, tradisi, serta efisiensi biaya dan pemasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Jika berkunjung ke di Pulau Sulawesi, ada satu hal yang cukup menarik perhatian. Berbeda dengan rumah-rumah di Pulau Jawa yang didominasi oleh genteng tanah liat, pemukiman di Pulau Sulawesi justru jarang menggunakan jenis atap tersebut. Mayoritas masyarakat di pulau ini lebih memilih bahan alternatif lain untuk melindungi hunian mereka.

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) serta Publikasi BPS Statistik Kesejahteraan Rakyat 2025, angka penggunaan atap genteng di seluruh provinsi yang ada di Pulau Sulawesi tercatat masih sangat rendah. Rata-ratanya hanya 2,45 persen, berbanding terbalik dengan Jawa (89,99 persen) dan Sumatera (54,24 persen).

1. Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan pimpin persentase tertinggi penggunaan atap genteng

Gambar ilustrasi atap genteng dan atap seng
ilustrasi atap genteng dan atap seng (unsplash.com/Boris Misevic)

Meskipun menjadi dua wilayah dengan penggunaan atap genteng tertinggi di Pulau Sulawesi, angka persentase di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan sebenarnya masih tergolong sangat kecil. Sulawesi Tenggara menempati peringkat pertama dengan angka hanya sebesar 3,35 persen.

Lalu Sulawesi Selatan di peringkat kedua dengan 3,24 persen, hanya berbeda tipis dengan Sulawsi Tenggara. Data ini membuktikan bahwa bahkan di daerah yang paling banyak memakai genteng sekalipun, material ini tetap menjadi pilihan yang sangat jarang digunakan oleh masyarakat setempat.

2. Gorontalo jadi yang paling sedikit penggunaan atap genteng dengan hanya 0,09 persen

Gambar ilustrasi atap genteng rumah dan langit yang biru
ilustrasi atap genteng rumah dan langit yang biru (unsplash.com/Taiga Miyamoto)

Bergerak ke provinsi lain di Pulau Sulawesi, angka rumah tangga yang mengadopsi atap genteng memperlihatkan penurunan yang lebih drastis. Sulawesi Tengah mencatatkan angka penggunaan sebesar 2,78 persen, diikuti oleh Sulawesi Utara dengan 2,59 persen, dan Sulawesi Barat yang menyentuh angka 2,24 persen.

Sementara itu, Gorontalo berada di posisi terbawah dengan persentase hanya 0,90 persen. Angka tersebut berarti hampir seluruh bangunan di provinsi yang dimekarkan pada tahun 2000 tersebut sama sekali tidak menggunakan genteng tanah liat.

3. Penggunaan atap seng di Sulawesi yang mencapai 90 persen dipengaruhi oleh beberapa faktor

Ilustrasi atap seng.
Ilustrasi atap seng.

Rendahnya minat terhadap genteng membuat mayoritas bangunan di Pulau Sulawesi beralih pada material berjenis seng, kayu, atau sirap sebagai penutup atap utama mereka. Hasil sensus yang sama pun menyebut bahwa 90 persen rumah tangga di Sulawesi menggunakan seng.

Kebiasaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari kondisi geografis, ketersediaan bahan bangunan lokal, hingga faktor tradisi turun temurun. Selain itu, seng dinilai jauh lebih ekonomis, ringan, mudah dipasang, serta tidak memberi beban berlebih pada struktur rangka rumah tradisional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest Sport Sulawesi Selatan

See More