Bebas Sanksi FIFA, PSM Makassar Kantongi Lisensi Klub Asia

- PSM Makassar resmi lolos lisensi klub Asia 2025/2026 dengan status Granted tanpa sanksi, menandai berakhirnya larangan transfer dari FIFA.
- Keberhasilan ini menunjukkan PSM telah memenuhi lima aspek profesionalisme klub: olahraga, infrastruktur, administrasi, legalitas, dan keuangan sesuai standar AFC.
- Lolosnya lisensi menjadi modal penting bagi manajemen PSM untuk merancang perombakan tim dan persiapan matang menghadapi musim baru.
Makassar, IDN Times - Di tengah gelombang kritik terkait performa tim musim ini, PSM Makassar mendapat kabar baik. Mereka resmi dinyatakan lolos dan mendapatkan status Granted dalam pengumuman Club Licensing Cycle 2025/2026 yang dirilis oleh pihak operator kompetisi, I.League.
Kabar ini sekaligus menjadi jawaban bahwa sanksi larangan transfer dari FIFA yang sempat membayangi klub selama tiga bulan terakhir. Ini membuat PSM berhak mendapatkan lisensi penuh tanpa catatan.
1. PSM Makassar termasuk dalam dalam delapan klub Super League penerima lisensi ACL 2

Pengumuman resmi mengenai hasil lisensi klub ini disampaikan melalui situs resmi I.League pada Rabu (13/5/2026) pekan lalu. Berdasarkan hasil verifikasi, PSM menjadi satu dari delapan klub kasta tertinggi yang berhasil mengantongi status Granted untuk kategori lisensi kompetisi tingkat Asia (AFC Champions League 2).
Status Granted yang diraih PSM ini terbilang istimewa sebab diraih secara bersih tanpa sanksi administrasi maupun finansial. PSM bersanding dengan klub-klub lainnya seperti Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita Tangerang, Dewa United, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta. Sementara delapan klub kompetitor lainnya di Super League hanya bisa lolos dengan status Granted with Sanctions (Lolos dengan Sanksi).
2. Juku Eja lolos setelah memenuhi lima syarat agar sebuah klub layak disebut profesional

Keberhasilan PSM Makassar dalam meraih lisensi ACL 2 maupun lisensi Super League ini menjadi bukti manajemen Juku Eja telah memenuhi lima aspek standar profesionalisme sepak bola modern. Kelima aspek tersebut meliputi bidang olahraga (sporting), infrastruktur, personel dan administrasi, legalitas hukum, serta yang paling krusial adalah aspek keuangan (financial).
Ketua Komite Club Licensing, Essy Asiah, menjelaskan bahwa proses tahun ini diiringi dengan pendampingan ketat agar setiap klub dapat mengimplementasikan standar AFC dengan lebih baik. "Club licensing merupakan bagian penting dalam meningkatkan standar profesionalisme klub sepak bola Indonesia, baik dari sisi sporting, infrastruktur, administrasi, legal, maupun finansial," ungkapnya.
3. Menjadi awal yang bagus untuk mempersiapkan materi tim untuk musim depan

Meskipun terseok-seok di papan bawah sejak pertengahan musim 2025/2026, kepastian lolosnya lisensi klub ini menjadi modal berharga manajemen PSM untuk melakukan perombakan. Termasuk pula menyusun perencanaan tim secara matang menjelang bergulirnya musim baru.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa pemenuhan lisensi ini merupakan fondasi vital bagi masa depan klub. "Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan," tutur Asep.
















