Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ratusan Kasus Suspek Campak Muncul di Makassar pada 2026, Dua Positif

Ratusan Kasus Suspek Campak Muncul di Makassar pada 2026, Dua Positif
ilustrasi campak (npr.org)
Intinya Sih
5W1H
  • Dinas Kesehatan Sulsel mencatat dua kasus positif campak dan 187 suspek di Makassar tahun 2026, dengan pemeriksaan laboratorium masih berlangsung.
  • Pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan, menyiapkan imunisasi massal di Makassar dan Sinjai, serta memastikan ketersediaan vaksin bagi anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
  • Dinkes Sulsel gencar mengedukasi masyarakat tentang cara penularan campak yang benar dan meluruskan hoaks agar kesadaran imunisasi semakin meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat ratusan kasus suspek campak di Kota Makassar sepanjang 2026. Hingga saat ini, dua kasus sudah dinyatakan positif, sementara ratusan lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, menjelaskan jumlah kasus yang masih berstatus suspek cukup banyak. Spesimen dari kasus-kasus tersebut kini dalam tahap pemeriksaan laboratorium untuk memastikan hasil diagnosis.

"Tahun 2026, Makassar 2 kasus positif tapi suspek 187 kasus dan sementara pemeriksaan specimen laboratorium," kata Evi, Sabtu (14/3/2026).

1. Dinkes Sulsel keluarkan edaran kewaspadaan campak

IMG_20260312_161357.jpg
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin. IDN Times/Asrhawi Muin

Dinas Kesehatan Sulsel telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan campak kepada seluruh kabupaten dan kota. Langkah tersebut diikuti penguatan layanan kesehatan serta koordinasi dengan pemerintah daerah.

Selain Makassar, daerah lain yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Sinjai. Kedua wilayah tersebut disiapkan untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan kasus.

"Kami Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dengan seluruh kabupaten kota ya mengenai kejadian luar biasa," kata Evi.

2. Anak usia 6 bulan-5 tahun paling rentan

ilustrasi campak (immune.org.nz)
ilustrasi campak (immune.org.nz)

Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan vaksin campak di fasilitas kesehatan. Program imunisasi terus digencarkan di 24 kabupaten dan kota untuk meningkatkan perlindungan anak dari penularan penyakit tersebut.

Kasus campak di Sulawesi Selatan juga tercatat cukup tinggi pada 2025. Sepanjang tahun lalu, terdapat 183 kasus di Makassar dan 10 kasus di Kabupaten Sinjai.

Evi menjelaskan kelompok usia yang paling rentan terinfeksi campak adalah anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Risiko tertinggi berada pada anak usia 9 hingga 24 bulan, terutama jika belum mendapatkan imunisasi.

"Faktor yang memengaruhi penularan campak antara lain status imunisasi, usia, status gizi, status kekebalan tubuh, kepadatan hunian, serta mobilitas dan interaksi," kata Evi. 

3. Penularan campak bukan sekadar karena menyentuh bayi

ilustrasi campak (drugtopics.com)
ilustrasi campak (drugtopics.com)

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya informasi keliru mengenai penularan campak. Menurut Evi, penularan penyakit tersebut tidak hanya terjadi melalui sentuhan, seperti anggapan yang beredar di masyarakat.

"Yang utama adalah kita menyebarluaskan pengetahuan yang benar dan edukasi yang benar mengenai bagaimana penularan campak itu harus kita ketahui secara bersama, bukan yang kayak hoaks dan lain-lain," kata Evi.

Karena itu, Dinas Kesehatan Sulsel bersama pemerintah kabupaten dan kota terus menggiatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penularan campak dan pentingnya imunisasi. Edukasi juga diarahkan untuk meluruskan informasi yang keliru terkait penularan penyakit tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More