Makassar, IDN Times - Polrestabes Makassar mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi bohong yang dapat memicu kepanikan dan memperkeruh konflik antarkelompok. Peringatan ini disampaikan menyusul beredarnya video yang menarasikan korban tawuran di Jalan Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan kondisi kepala terpisah dari tubuhnya.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memastikan video berdurasi 37 detik tersebut merupakan hoaks. Polisi kini melacak pihak-pihak yang menyebarkannya melalui sejumlah grup WhatsApp (WA).
Penyebaran video itu dikhawatirkan memicu keresahan hingga memprovokasi warga untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok lain. Apalagi, Makassar tengah diwarnai konflik antarkelompok yang telah menelan korban jiwa.
