Menurutnya, setelah seluruh informasi terkumpul, Sekretariat DPRD Bone akan menentukan langkah yang akan ditempuh. Salah satu opsi yang terbuka adalah melakukan mediasi antara kedua belah pihak.
Polisi Selidiki Laporan Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf

- Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap staf sekretariat bernama Yuli Novitasari pada Rabu malam, 22 Juli 2026.
- Polisi masih memeriksa pelapor dan saksi serta menunggu hasil visum sebelum memanggil Ketua DPRD Bone untuk dimintai klarifikasi terkait laporan dugaan kekerasan tersebut.
- Korban mengaku dilempari bosara berisi kue, disiram air mineral, dan dilempar botol sambal oleh Ketua DPRD Bone di kantin kantor saat menjalankan tugas menyiapkan konsumsi tamu.
Makassar, IDN Times – Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan terhadap seorang staf Sekretariat DPRD Bone bernama Yuli Novitasari (29). Laporan itu dibuat korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone pada Rabu (22/7/2026) malam.
Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut. Penyidik masih mendalami laporan tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Iya sudah melapor," kata Sugeng kepada IDN Times, Kamis (23/7/2026).
1. Polisi agendakan pemeriksaan terlapor

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan mengatakan penyidik masih melengkapi pemeriksaan terhadap pelapor, termasuk meminta keterangan saksi dan menunggu hasil visum. Setelah seluruh keterangan dari pihak pelapor dinyatakan lengkap, penyidik akan memanggil Andi Tenri Walinonong untuk dimintai klarifikasi.
"Kami lengkapi dulu pemeriksaan di pihak pelapor, mulai dari saksi dan hasil visumnya terlebih dahulu. Setelah itu terlapor bakal dipanggil untuk diperiksa," ujar Alvin.
Hingga berita ini diterbitkan, Andi Tenri Walinonong belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan IDN Times melalui pesan WhatsApp belum mendapat respons.
2. Korban mengaku dipanggil ke kantin setelah menyiapkan konsumsi

Yuli Novitasari merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekretariat DPRD Bone. Menurut pengakuannya, peristiwa itu terjadi di kantin Kantor DPRD Bone saat dirinya sedang menjalankan tugas menyiapkan konsumsi untuk tamu Ketua DPRD.
Dalam video yang beredar, Yuli mengatakan awalnya ia diminta menyiapkan kue untuk dua tamu. Setelah meletakkan konsumsi di ruang lounge, ia kembali mendapat informasi bahwa akan ada tamu lainnya.
"Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi," kata Yuli.
Yuli kemudian membawa kue tersebut ke kantin sesuai kebutuhan. Setelah itu, ia kembali ke ruang kerjanya hingga akhirnya dipanggil untuk menemui Ketua DPRD Bone.
3. Korban mengaku dilempari bosara berisi kue hingga botol sambal

Saat memenuhi panggilan tersebut, Yuli mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Bone. Menurut pengakuannya, sesaat tiba di kantin, sebuah bosara' berisi kue dilempar ke arah wajahnya. Setelah itu, ia mengaku disiram menggunakan air mineral sebelum botolnya juga dilempar.
"Sesampainya di kantin, satu bosara' berisi kue langsung dilempar ke muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botol airnya juga dilempar ke muka saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol sambal," tutur Yuli.
Sekretaris DPRD Bone, Andi Muchlis, membenarkan adanya insiden yang melibatkan Ketua DPRD Bone dan seorang staf di lingkungan Sekretariat DPRD Bone. Namun, ia mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi dari berbagai pihak untuk mengetahui kronologi kejadian secara utuh sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Saya masih cari tahu detail seperti apa," kata Muchlis.
"Tapi yang pasti sekarang saya kumpulkan informasi dulu supaya kronologinya akurat dan tidak ada informasi yang keliru," tegasnya.

















