Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Sulsel Siapkan 125 Personel Jadi Trainer AI Edukasi Pelajar
Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel, AKBP Fantry Taherong/Dok. Istimewa
  • Polda Sulsel menyiapkan 125 personel dari 25 Polres sebagai trainer AI untuk mengedukasi pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat di seluruh Sulawesi Selatan.
  • Melalui ToT Program Paham AI 2026 selama dua hari, peserta mempelajari pengenalan dan etika AI, penanggulangan hoaks, penyusunan prompt, serta kejahatan siber.
  • Program menargetkan ribuan pelajar secara bertahap melalui kolaborasi dengan Kemendikdasmen dan pemangku pendidikan, demi penggunaan AI yang aman, etis, dan bertanggung jawab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Polda Sulawesi Selatan menyiapkan 125 personel sebagai trainer kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang akan memberikan edukasi kepada pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat di seluruh wilayah Sulsel. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Sebanyak 125 personel tersebut mengikuti Training of Trainers (ToT) Program Paham AI 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Harper Makassar, Rabu (5/8/2026). Peserta berasal dari 25 Polres jajaran Polda Sulsel, dengan masing-masing Polres mengirim lima personel sebagai calon trainer.

1. Peserta dibekali materi AI hingga kejahatan siber

Ilustrasi Artificial Intelligence atau AI (Freepik/Rawpixel)

Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel, AKBP Fantry Taherong, mengatakan pelatihan berlangsung selama dua hari. Para peserta dibekali berbagai materi, mulai dari pengenalan AI, etika penggunaan AI, penanggulangan hoaks berbasis AI, teknik menyusun prompt, hingga kejahatan siber.

Menurut Fantry, para peserta nantinya akan menjadi trainer di wilayah tugas masing-masing untuk menyosialisasikan Program Paham AI kepada pelajar.

"Tujuan pelatihan ini adalah membentuk trainer bersertifikat di seluruh Polres jajaran Polda Sulsel yang mampu memberikan edukasi AI kepada pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat," ujar Fantry.

Ia menilai edukasi AI penting diberikan sejak dini karena teknologi tersebut kini semakin banyak dimanfaatkan pelajar dalam kegiatan belajar maupun aktivitas sehari-hari.

2. Target jangkau ribuan pelajar di Sulsel

illustrasi artificial inteligence (unsplash/igor omilaev)

Polda Sulsel menargetkan Program Paham AI dapat menjangkau ribuan pelajar secara bertahap. Pelaksanaannya akan melibatkan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

"Kita tidak bisa berjalan sendiri. Program ini membutuhkan kolaborasi dengan dunia pendidikan agar ekosistem digital yang sehat dapat terbangun," kata Fantry.

3. Karo SDM minta peserta jadi agen literasi digital

ilustrasi artificial intelligence (unsplash.com/Levart Photographer)

Sementara itu, Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Sulsel dalam meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus menyiapkan personel yang kompeten sebagai edukator AI.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus diteruskan kepada personel di Polres hingga para pelajar di wilayah masing-masing.

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi trainer yang dapat mengajarkan pemanfaatan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab," ujar Adi.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur yang sebelumnya mengikuti Training of Trainers tingkat nasional di Jakarta pada Juli 2026. Materi yang diberikan meliputi Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax with AI, AI Prompts 101, hingga edukasi mengenai kejahatan siber.

Curated For You

Editorial Team

Related Article