Perempuan 51 Tahun Hilang di Hutan Palopo, Tim SAR Dikerahkan

- Seorang perempuan bernama Indo Rampa (51) dilaporkan hilang di kawasan hutan Battang Barat, Palopo, setelah pergi ke kebunnya seorang diri pada Jumat, 24 April 2026.
- Basarnas Makassar menurunkan tim dari Pos SAR Palopo untuk melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan dari keluarga korban dan masyarakat setempat.
- Pencarian dilakukan secara sinergis oleh Basarnas, BPBD, Damkar, Babinsa, dan warga dengan memperhatikan keselamatan personel serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
Makassar, IDN Times - Seorang warga dilaporkan hilang di kawasan hutan Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Indo Rampa (51), yang hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kejadian bermula pada Jumat (24/4/2026), saat Indo Rampa berangkat menuju kebunnya seorang diri. Namun, hingga waktu biasanya ia kembali, korban belum juga pulang. Berdasarkan keterangan warga yang sempat berpapasan, korban terlihat berjalan mengarah ke kawasan hutan.
Masyarakat setempat sempat melakukan pencarian awal, tetapi korban belum ditemukan. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut dan meminta bantuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar untuk melakukan pencarian lanjutan.
Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Makassar mengerahkan personel dari Pos SAR Palopo ke lokasi kejadian. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muh. Arif Anwar, mengatakan tim segera diberangkatkan untuk melakukan operasi pencarian.
“Setelah menerima laporan, kami segera menyiapkan dan mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang diduga tersesat di kawasan hutan,” ujar Arif Anwar dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Tim SAR melakukan penyisiran di area yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban. Pencarian juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama masyarakat setempat serta unsur potensi SAR yang berada di lokasi.
Arif Anwar menambahkan, dalam pelaksanaan operasi, pihaknya mengedepankan sinergi dengan seluruh unsur yang terlibat, sekaligus memperhatikan faktor keselamatan personel di lapangan.
“Dalam pelaksanaan operasi, kami mengedepankan sinergi dengan seluruh unsur yang terlibat serta tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu,” tambahnya.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, BPBD Kota Palopo, Damkar, Babinsa, masyarakat setempat, serta potensi SAR lainnya. Peralatan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi medan hutan guna mendukung proses pencarian.


















