Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Stok Pupuk Indonesia Timur 218 Ribu Ton, Sulsel Catat Angka Tertinggi

Stok Pupuk Indonesia Timur 218 Ribu Ton, Sulsel Catat Angka Tertinggi
Wisnu Ramadhani, Regional CEO 4 Pupuk Indonesia (tengah). (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk bersubsidi di kawasan timur mencapai 21 persen dari alokasi 2026, dengan stok aman 218 ribu ton untuk kebutuhan empat hingga lima minggu ke depan.
  • Pemerintah menurunkan HET pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dan menerapkan kebijakan baru agar distribusi langsung ke petani lebih cepat, mendorong peningkatan alokasi di wilayah timur.
  • Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi besar dengan kapal, truk, gudang, dan kios luas serta rencana pembangunan pabrik di Fakfak untuk memperkuat pasokan kawasan timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia Timur mencapai sekitar 21 persen dari total alokasi tahun 2026 hingga 20 April 2026. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 357.227 ton dari alokasi 1.689.794 ton.

Regional 4 Pupuk Indonesia mencakup 13 provinsi di kawasan timur Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, alokasi pupuk ke wilayah ini terus meningkat, dengan target realisasi hingga akhir 2026 berada di kisaran 80–85 persen.

1. Stok pupuk aman untuk 4–5 minggu ke depan

WhatsApp Image 2026-04-06 at 11.20.22 (1).jpeg
Area gudang pupuk Indonesia (Dok/Pupuk Indonesia).

Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, memastikan kondisi stok pupuk bersubsidi di wilayahnya dalam keadaan aman. Total stok per 20 April 2026 tercatat mencapai 218.158 ton, terdiri dari 205.451 ton pupuk subsidi dan 12.707 ton non-subsidi.

Rinciannya, stok pupuk subsidi meliputi urea 45.173 ton, NPK Phonska 49.621 ton, NPK kakao 6.017 ton, organik 5.599 ton, ZA 308 ton, dan SP-36 sebanyak 1.904 ton. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pupuk diperkirakan dapat terpenuhi untuk 4–5 minggu ke depan.

“Kebutuhan sampai 4–5 minggu ke depan cukup aman. Mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah daerah, kita tidak ada kesulitan angkutan,” ujar Wisnu kepada wartawan di Makassar, Rabu (22/4/2026).

Dari seluruh wilayah Regional 4, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan alokasi dan stok terbesar. Tercatat jumlah stok di lini III mencapai 76.772 ton, dengan distribusi melalui 1.179 titik PPTS. Selain itu, stok di tingkat PUD mencapai 4.281 ton dan stok di PPTS sebesar 42.744 ton. Sementara stok non-subsidi di provinsi ini mencapai 5.053 ton.

Secara keseluruhan, wilayah Regional 4 meliputi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

2. Tren alokasi meningkat untuk KTI

Ilustrasi urea
Ilustrasi urea (dok. Pupuk Indonesia)

Wisnu menjelaskan, pemerintah melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 mendorong penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke titik serah seperti gapoktan, pokdakan, koperasi, dan pengecer. Kebijakan ini diharapkan mempercepat distribusi dan meningkatkan akses petani. Selain itu, Permentan Nomor 15 Tahun 2025 mengatur tiga aspek utama tata kelola pupuk, yakni perencanaan, penyaluran, serta verifikasi dan pembayaran.

Pemerintah juga menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi pada 2025 sebesar 20 persen. Kebijakan ini disebut berdampak pada peningkatan daya beli petani.

Data menunjukkan tren peningkatan alokasi pupuk di Regional 4 dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, alokasi mencapai 1.426.576 ton dengan realisasi 1.049.978 ton. Tahun 2025 naik menjadi 1.456.213 ton dengan realisasi 1.099.292 ton.

Sementara pada 2026, alokasi meningkat menjadi 1.689.794 ton. Hingga April, realisasi mencapai sekitar 357.227 ton atau 21 persen.

“Dari tahun ke tahun, alokasi untuk wilayah timur cenderung naik cukup signifikan, lebih dari 10 persen. Kami optimistis realisasi juga akan meningkat,” kata Wisnu.

3. Infrastruktur yang lengkap mendukung distribusi secara meluas

IMG_5188.jpeg
Gudang Pupuk Lini II, Gudang GPP Klaten, PT Pupuk Indonesia Grup. (IDN Times/Larasati Rey)

Secara nasional, Pupuk Indonesia mencatat total produksi 19,2 juta ton pada 2025, terdiri dari 12,5 juta ton pupuk dan 6,7 juta ton non-pupuk. Penjualan mencapai 13,9 juta ton.

Perusahaan juga didukung infrastruktur distribusi yang luas, meliputi 12 kapal angkut, 6.151 truk, 509 gudang, serta lebih dari 27 ribu kios. Selain itu, Pupuk Indonesia tengah menjajaki pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua, guna memperkuat pasokan di kawasan timur.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan perusahaan pada 2025 mencapai Rp89,1 triliun, dengan total aset Rp148,3 triliun. Dalam tujuh tahun terakhir, tren pendapatan menunjukkan pertumbuhan, dengan puncak pada 2022 sebesar Rp103,9 triliun.

“Perusahaan sangat sehat karena asetnya terus tumbuh,” ujar Wisnu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More