Beraktivitas Saat Terik? Lakukan 5 Hal Ini agar Tidak Bau Matahari!

- Artikel membahas masalah bau matahari yang sering dialami warga Makassar saat beraktivitas di bawah terik, serta dampaknya terhadap rasa percaya diri dan kebersihan tubuh.
- Ditekankan pentingnya memilih bahan pakaian breathable seperti katun atau linen, serta penggunaan antiperspiran dan deodoran untuk mencegah keringat berlebih dan pertumbuhan bakteri penyebab bau.
- Disarankan menjaga kebersihan dengan mandi memakai sabun antibakteri atau membersihkan area tubuh tertentu menggunakan tisu basah jika belum sempat mandi setelah beraktivitas di luar ruangan.
Makassar, IDN Times - Bagi warga Makassar, beraktivitas di siang bolong adalah perjuangan tersendiri. Menerjang sinar matahari di sepanjang jalan dan bahkan terjebak kemacetan tidak hanya membuat kulit kering, tapi juga menimbulkan masalah baru yakni bau matahari.
Aroma tidak sedap tersebut sering kali membuat kita tidak percaya diri saat harus bertemu orang atau masuk ke dalam ruangan. Agar bau badan tidak sampai mengganggu saat kamu beraktivitas, terapkan beberapa tips praktis berikut ini. Yuk, simak!
1. Selektif dalam memilih bahan pakaian yang dikenakan

Pemilihan bahan pakaian sangat memengaruhi intensitas bau matahari yang menempel pada tubuh. Gunakanlah kain yang memiliki sirkulasi udara baik (breathable) seperti katun atau linen agar keringat lebih cepat menguap dan tidak terperangkap pada kulit.
Hindari pakaian berbahan sintetis seperti poliester yang sulit menyerap keringat karena dapat memicu kelembapan dalam waktu lama. Penelitian Textile Research Journal pada tahun 2025 menyebut bahwa bakteri dan keringat yang berpindah dari kulit ke serat sintetis cenderung bertahan lebih panjang. Kondisi lembap pada kain poliester menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.
2. Gunakan antiperspiran atau deodoran sebelum beraktivitas

Dilansir dari Harvard Health, memakai produk perawatan tubuh sebelum beraktivitas merupakan langkah preventif yang sangat efektif. Antiperspiran bekerja dengan cara mengurangi produksi keringat berlebih melalui penyumbatan pori-pori kulit untuk sementara.
Sementara itu, deodoran berfungsi membunuh bakteri penyebab aroma tidak sedap yang muncul saat keringat bertemu dengan udara luar. Kombinasi keduanya akan membantu kamu menjaga kesegaran tubuh meski harus terpapar suhu panas yang menyengat.
3. Jangan kenakan pakaian yang lembap dalam waktu lama

Jangan membiarkan pakaian yang lembap karena keringat tetap menempel pada tubuh untuk durasi yang lama. Kelembapan pada kain setelah terkena panas matahari jadi pemicu utama munculnya bau matahari yang tajam.
Segera mengganti pakaian setelah sampai di tujuan atau usai melakukan aktivitas di luar ruangan. Langkah ini penting untuk memutus siklus pertumbuhan bakteri pada kulit yang dipicu oleh kondisi panas dan lembap.
4. Gunakan sabun antibakteri saat mandi

Bakteri yang menumpuk pada kulit adalah penyebab utama munculnya bau tidak sedap saat tubuh terkena panas. Oleh karena itu, mandi secara rutin menjadi cara paling mendasar untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme tersebut.
Menurut situs WebMD, gunakanlah sabun antibakteri dan berikan perhatian lebih saat membersihkan area tubuh yang sering berkeringat. Menjaga kebersihan kulit secara menyeluruh akan membuat aroma tubuh tetap netral meski kamu sering beraktivitas di bawah terik matahari.
5. Jika belum sempat mandi, gunakan tisu basah untuk membersihkan area terpapar panas

Jika belum sempat mandi setelah beraktivitas di luar ruangan, dianjurkan bersihkan area tubuh yang paling banyak terpapar panas. Gunakan tisu basah atau kain lap untuk membersihkan bagian leher belakang, dada, punggung, serta lipatan paha.
Penelitian jurnal American Society for Microbiology di tahun 2021 menyebut bahwa bagian-bagian tersebut jadi titik favorit bakteri untuk berkembang biak. Ini karena karena suhunya yang mudah meningkat dan kondisinya lembap. Membersihkan titik-titik krusial tersebut efektif mengusir aroma apek sebelum bau matahari menyebar ke seluruh tubuh.
Nah, itu tadi lima cara mengatasi bau matahari di badan setelah beraktivitas saat panas terik. Semoga berguna, ya!


















