Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Sinte Berkedok Cairan Vape di Makassar

- Polisi Makassar membongkar jaringan narkoba sinte yang disamarkan sebagai liquid vape, dengan barang bukti hampir satu kilogram dan sembilan tersangka ditangkap di beberapa lokasi.
- Para pelaku meracik cairan sinte dari bahan baku yang dibeli secara online dari China, lalu mencampurnya dengan alkohol sebelum dikemas menyerupai liquid vape.
- Peredaran dilakukan tanpa tatap muka melalui sistem transfer dan penempatan barang di titik tertentu, agar sulit terdeteksi dan bisa digunakan bebas di tempat umum.
Makassar, IDN Times - Modus baru peredaran narkotika jenis tembakau sintetis atau sinte terungkap di Makassar. Para pelaku menyamarkan narkoba tersebut sebagai cairan atau liquid vape, sehingga lebih mudah diedarkan dan sulit terdeteksi aparat.
Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar membongkar jaringan ini melalui serangkaian pengungkapan kasus sepanjang Maret hingga April 2026. Operasi dilakukan di sejumlah lokasi, mulai dari Kota Makassar hingga Kabupaten Bone. Dengan barang bukti cairan sinte sekitar 900 gram atau hampir satu kilogram.
1. Sembilan orang ditangkap

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara menjelaskan, kasus ini bermula dari penangkapan seorang pengguna. Kemudian aparat mengembangkan penyelidikan hingga menangkap jaringan di atasnya, termasuk kurir dan pemasok.
“Kami mulai dari pengguna, kemudian dikembangkan ke atasnya hingga kurir, sampai akhirnya kurang lebih ada sembilan orang tersangka,” kata Lulik kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi juga menemukan lokasi yang diduga sebagai gudang penyimpanan narkoba dalam jumlah besar di wilayah Makassar.
2. Dibeli dari China lewat online

Lulik mengungkapkan, cairan sinte yang diedarkan merupakan hasil racikan para pelaku. Bahan bakunya dipesan secara daring dari luar negeri, khususnya dari China, sebelum diolah dan dipasarkan.
“Sinte ini cairan yang diramu sendiri. Mereka membeli bibitnya dari China secara online, bentuknya seperti saus atau selai, kemudian dicampur dengan bahan lain seperti alkohol untuk dicampurkan dan dimasukan ke dalam vape,” ungkapnya.
3. Cairan dikemas dalam botol layaknya liquid vape

Untuk mengelabui petugas, cairan tersebut dikemas dalam botol menyerupai liquid vape. Sistem penjualannya pun dilakukan tanpa tatap muka, dengan metode transfer dan penempatan barang di titik tertentu.
"Cairan kemudian dikemas dalam botol-botol, kemudian dia secara tidak ketemu langsung ditempel ke pembeli ini untuk transfer uang ke bersangkutan. Kemudian para pengguna ini menyuntikkan sendiri ke dalam vape atau cartridge,” bebernya.
Menurut Lulik, modus ini sengaja digunakan agar peredaran narkotika lebih sulit terdeteksi, sekaligus memudahkan penggunaan di tempat umum, termasuk di lokasi hiburan. “Ini agar mereka dapat lakukan di tempat bebas di tempat hiburan itu untuk menghindari petugas saja."


















