Aksi AMARAH di UMI Makassar Ricuh, 99 Mahasiswa Ditangkap

- Bentrokan terjadi antara mahasiswa UMI dan pengemudi ojek online di Makassar saat peringatan 30 tahun tragedi Amarah, menyebabkan 99 mahasiswa ditangkap dan sejumlah barang berbahaya disita.
- Kapolrestabes Makassar menyebut bentrokan dipicu penutupan jalan yang terlalu lama, namun situasi kini sudah kondusif dan arus lalu lintas kembali normal.
- Aksi peringatan Amarah digelar untuk mengenang perjuangan mahasiswa UMI serta menolak pembungkaman demokrasi, dengan tuntutan agar aparat kepolisian tidak lagi beraktivitas di lingkungan kampus.
Makassar, IDN Times - Bentrokan pecah antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan puluhan orang yang mengenakan jaket ojek online saat aksi peringatan 30 tahun tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (24/4/2026) malam.
1. Mahasiswa bentrok dengan kelompok berjaket ojol

Informasi yang dihimpun, kericuhan terjadi akibat pengemudi ojol yang hendak melintasi titik aksi diduga dipukul oleh seseorang yang disebut berasal dari kelompok pengunjuk rasa. Insiden itu dilihat langsung oleh rekan korban, lalu melapor ke grup komunitas ojol sehingga terjadilah penyerangan kepada mahasiswa.
Akibat bentrokan ini, gerbang besi di area pintu keluar kampus UMI dirusak oleh massa. Puluhan mahasiswa juga ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Makassar untuk dimintai keterangan. Barang bukti berupa anak panah busur, badik, parang, hingga papporo juga ikut disita.
Pantaun IDN Times di Jl Urip Sumoharjo, mereka diangkut menggunakan satu kendaran taktis (rantis), dua truk dalmas, satu mobil patroli, dan dikawal ketat personel Sabhara dan Jatanras.
"99 orang (mahasiswa UMI yang dibawa ke Polrestabes Makassar)," ucap Kasubnit Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Adi Gaffar kepada IDN Times.
2. . Situasi sudah kondusif

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyebut insiden tersebut dipicu oleh rasa kesal para pengemudi ojol akibat penutupan jalan yang berlangsung terlalu lama hingga memutus akses transportasi.
“Karena terlalu lama jalan ditutup sehingga ada ojol yang bersinggungan dengan mahasiswa, sehingga ada bentrok sedikit dengan ojol," ujar Arya Perdana kepada awak media di kampus UMI
Arya menyebut, situasi di depan kampus UMI sudah kondusif, arus lalu lintaa juga sudah lancar, begitupun pengemudi ojol sudah membubarkan diri dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Sudah kondusif, sudah berjalan semua. Ini rekan-rekan ojol juga sudah mulai kerja lagi. Tinggal yang di dalam nanti kami cari pelaku-pelaku yang mungkin ada pelemparan tadi ada pana-busur juga, sedang kami cari dan kami upayakan untuk ditindak," tandasnya.
3. AMARAH menjadi simbol perlawanan

Jenderal Lapangan Aliansi Organda se-UMI yang menggelar unjuk rasa peringatan AMARAH, Alif Nugraha, menyampaikan bahwa aksi yang digelar merupakan bagian dari peringatan 3 Dekade AMARAH yang hingga kini masih meninggalkan luka sejarah bagi mahasiswa Universitas Muslim Indonesia.
"Salah satunya terkait dugaan pembungkaman demokrasi yang dinilai masih terjadi di Indonesia, termasuk kasus yang menimpa rekan kami, Andrie Yunus, serta sejumlah aktivis di Makassar yang disebut mengalami tekanan dan teror dari aparat kepolisian," ucap Alif saat ditemui IDN Times di lokasi aksi.
Selain itu, massa aksi juga mendesak pihak kampus UMI untuk segera menghentikan keberadaan dan aktivitas aparat kepolisian di lingkungan kampus. Menurutnya, hal tersebut dinilai mencederai semangat dan marwah gerakan Amarah, terlebih UMI selama ini dikenal sebagai kampus pergerakan.
“Keberadaan aparat di dalam kampus itu mencederai nilai-nilai perjuangan. UMI yang dijuluki kampus pergerakan seharusnya menjadi ruang bebas bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi,” ujar Alif.
Ia menegaskan, tragedi Amarah menjadi simbol perlawanan terhadap praktik pembungkaman demokrasi. Oleh karena itu, peringatan ini akan terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk menjaga ingatan kolektif mahasiswa.
“Ini adalah luka sejarah mahasiswa UMI. Kami akan terus melanjutkan gerakan ini setiap tahunnya,” tegasnya.
















