Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Makassar Agendakan May Day Fest, Harap Buruh Tidak Long March

Pemkot Makassar Agendakan May Day Fest, Harap Buruh Tidak Long March
Wali Kota Munafri Arifuddin saat rapat koordinasi bersama Forkopimda membahas persiapan Hari Buruh Internasional 2026 di Baruga Anging Mammiri, Makassar, Jumat (24/4/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya Sih
  • Pemkot Makassar menyiapkan May Day Fest 2026 di Lapangan Karebosi sebagai ruang dialog terbuka antara pekerja dan pemerintah, menggantikan tradisi long march agar lalu lintas tetap lancar.
  • Pemerintah bersama Forkopimda menyiapkan pengamanan, layanan kesehatan, dan pengaturan lalu lintas untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, serta nyaman bagi ribuan peserta yang hadir.
  • Wali Kota Munafri menegaskan peringatan Hari Buruh diarahkan menjadi wadah penyampaian aspirasi secara terorganisir dan tertib, dengan imbauan agar peserta tidak membawa anak-anak selama acara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan konsep peringatan Hari Buruh Internasional 2026 dengan pendekatan berbeda. Kegiatan bertajuk May Day Fest diarahkan menjadi ruang dialog terbuka antara pekerja dan pemerintah, terpusat di Lapangan Karebosi.

Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah dan unsur Forkopimda di Baruga Anging Mammiri, Jumat (24/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pemkot mematangkan skema pelaksanaan agar kegiatan berjalan tertib sekaligus memberi ruang penyampaian aspirasi buruh.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pemerintah bersama Forkopimda akan memastikan kelancaran kegiatan tersebut. Dia juga menyatakan tidak akan mengatur jalannya aksi para pekerja.

"Sengaja kami mengundang para Forkopimda, kita berharap dengan dilokalisirnya kegiatan ini, tidak akan memberikan beban yang sangat besar lagi bagi para pengguna jalan nanti," kata Munafri.

1. Lokalisasi kegiatan untuk hindari long march

Ilustrasi long march buruh saat May Day (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi long march buruh saat May Day (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lokalisasi kegiatan di Karebosi menjadi salah satu strategi utama untuk menghindari pola long march yang selama ini berpotensi memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan kota. Dengan pemusatan ini, arus lalu lintas diharapkan tetap terkendali meski kegiatan berlangsung dalam skala besar.

"Yang hampir setiap tahun teman-teman, saudara-saudara dari serikat pekerja ini melakukan 'long march' di tengah kota," kata Munafri. 

Konsep May Day Fest disusun sebagai wadah interaksi langsung antara serikat pekerja dan pemerintah. Para buruh tidak hanya berkumpul merayakan Hari Buruh, tetapi juga difasilitasi untuk menyampaikan tuntutan dan pandangan dalam suasana yang lebih terorganisir. 

Kegiatan ini ditargetkan diikuti ribuan peserta dari berbagai serikat pekerja. Makassar diperkirakan menjadi titik kumpul pekerja lintas wilayah, termasuk yang datang dari berbagai daerah.

2. Antisipasi risiko dan layanan pendukung disiapkan

Massa aksi buruh lakukan long march. (IDN Times/Imam Faishal)
Massa aksi buruh lakukan long march. (IDN Times/Imam Faishal)

Munafri menekankan aspek pengamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama pemerintah. Antisipasi risiko telah disiapkan, mulai dari layanan kesehatan, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan selama kegiatan berlangsung. 

"Kesiapan kita sangat penting, terutama dalam rangka mengantisipasi segala hal-hal yang kemungkinan bisa terjadi termasuk ketersediaan layanan kesehatan, kemacetan dan sebagainya," katanya. 

3. Aspirasi disampaikan secara tertib dan terorganisir

Massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day memblokade Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (1/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya
Massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day memblokade Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (1/5/2025). IDN Times/Darsil Yahya

Munafri juga menyoroti tujuan utama peringatan Hari Buruh Internasional. Menurutnya, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang penyampaian aspirasi yang tertata dan terorganisir.

"Kita ingin semuanya berjalan baik dari awal sampai akhir. Semua bisa menyampaikan aspirasi, tapi tetap dalam suasana yang tertib," katanya. 

Selain itu, peserta diimbau tidak membawa anak-anak. Hal ini mengingat bahwa kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore dengan kondisi cuaca yang panas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More