Milad ke-72, UMI Percepat Transformasi Digital Menuju Kampus Berdampak

- UMI merayakan Milad ke-72 sebagai momentum refleksi dan penguatan arah transformasi menuju kampus adaptif, berdaya saing global, serta berdampak bagi masyarakat.
- Rektor Prof. Hambali Thalib menegaskan fokus pada pemulihan kepercayaan publik dan percepatan transformasi digital melalui ekosistem UMI Connection yang mengintegrasikan berbagai layanan kampus.
- Saat ini UMI memiliki 68 program studi dengan akreditasi unggul hingga 2028, mencatat peningkatan riset, prestasi mahasiswa, serta terus memperkuat budaya kerja berbasis nilai keislaman.
Makassar, IDN Times - Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperingati Milad ke-72 di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Makassar, Selasa (23/6/2026). Momentum ini dijadikan refleksi sekaligus penguatan arah transformasi kampus menuju perguruan tinggi yang adaptif, berdaya saing global, dan berdampak bagi masyarakat
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, mengatakan Milad ke-72 menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan Universitas Muslim Indonesia selama lebih dari tujuh dekade. Menurutnya, peringatan hari jadi tersebut juga menjadi titik awal untuk menyiapkan masa depan universitas di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
"Milad ke-72 UMI bukan sekedar peringatan usia. Ini adalah momentum refleksi, refleksi tentang amanah, refleksi tentang perjuangan, dan refleksi tentang bagaimana kita menyiapkan masa depan UMI yang tengah perubahan saman yang sangat cepat," kata Hambali dalam laporannya.
1. Fokus memulihkan kepercayaan publik

Hambali mengungkapkan salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah memulihkan kepercayaan publik terhadap UMI melalui tata kelola yang lebih baik dan komunikasi yang terbuka. Menurutnya, kepercayaan menjadi modal utama bagi perguruan tinggi untuk terus berkembang.
"Universitas hidup dari kepercayaan masyarakat. Alhamdulillah, melalui komunikasi yang lebih terbuka, tata kelola yang semakin baik, dan semangat kebersamaan, hari ini jejak digital UMI semakin dipenuhi berita tentang prestasi, penelitian, internasionalisasi, inovasi, pengabdian masyarakat, dan berbagai capaian institusi," katanya.
2. Percepat transformasi digital lewat UMI Connection

UMI juga menargetkan percepatan transformasi digital melalui pengembangan ekosistem UMI Connection. Program ini mengintegrasikan layanan akademik, keuangan, kemahasiswaan, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian masyarakat, alumni, kerja sama, hingga pengelolaan aset.
Selain digitalisasi, UMI menerapkan budaya kerja berbasis nilai keislaman. Salah satunya melalui absensi yang terintegrasi dengan salat berjemaah, larangan gratifikasi, serta pedoman pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam lingkungan kampus.
"Kami ingin menghadirkan paradigma baru bahwa disiplin bukan hanya lahir dari pengawasan tetapi lahir dari kesadaran bahwa bekerja adalah ibadah dan kampus adalah tempat menumbuhkan keberkahan," katanya.
3. Miliki 68 program studi dan akreditasi unggul hingga 2028

Saat ini UMI memiliki 13 fakultas, satu sekolah pascasarjana, dan 68 program studi. Dalam dua tahun terakhir, kampus tersebut membuka empat program studi baru, sementara dua program doktor masih menunggu izin operasional.
Hambali juga menyebut UMI kini memiliki 27.264 mahasiswa, 1.035 dosen aktif, 117 guru besar, serta 142.995 alumni. Akreditasi institusi UMI juga masih berstatus unggul hingga 2028.
Pada bidang riset, UMI mencatat 1.457 dokumen terindeks Scopus, 39 jurnal terakreditasi SINTA, enam paten, dan 378 hak kekayaan intelektual. Sementara pada sektor kemahasiswaan, prestasi mahasiswa meningkat 226 persen sepanjang 2025 dengan raihan 75 penghargaan nasional dan internasional.
Hambali mengakui perguruan tinggi masih menghadapi tantangan akibat kondisi ekonomi nasional yang berdampak pada kemampuan masyarakat mengakses pendidikan tinggi. Menurutnya, kampus harus mampu beradaptasi agar tetap relevan.
"Perguruan tinggi masa depan bukan hanya mencetak pencari kerja, tetapi melahirkan pencipta lapangan kerja, pencipta inovasi dan pencipta harapan. Alhamdulillah Universitas Muslim Indonesia telah menyiapkan fondasi untuk itu," katanya.
Dalam rangkaian Milad ke-72 tersebut, UMI juga memberikan penghargaan kepada tokoh pendidikan dan tokoh dakwah, yakni Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan Prof. Nadjamuddin Abd. Safa. Penghargaan juga diberikan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa berprestasi, tahfiz Al-Qur'an, sarjana pengabdi desa, serta tenaga pengabdi desa.



















