Makassar, IDN Times - Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis mega yang berpeluru plastik hingga jeli tengah marak di Makassar selama bulan suci Ramadan. Remaja dan anak-anak sering saling menembak di jalan raya usai salat tarawih.
Kondisi tersebut memicu keresahan warga. Selain mengganggu ketertiban umum, aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan di jalan raya dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas maupun cedera jika peluru mengenai bagian tubuh sensitif.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya aksi tersebut. Dia menegaskan bahwa fenomena ini tidak boleh diabaikan karena berpotensi membahayakan masyarakat.
"Ya, ini tidak boleh dibiarkan, permainan tembak-tembak tersebut harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak," kata Munafri di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026).
