Tak Larang Jemaah Berhias Saat Pulang Haji, PPIH Makassar: Itu Budaya

- PPIH Debarkasi Makassar tidak melarang jemaah berhias dengan busana mewah dan perhiasan saat pulang haji karena dianggap bagian dari budaya Bugis-Makassar yang sudah lama berlangsung.
- Meski menghargai tradisi berhias, PPIH mengingatkan jemaah perempuan agar tetap menutup aurat sesuai syariat Islam, terutama bagian leher saat mengenakan busana adat Bugis-Makassar.
- PPIH menyediakan layanan make up di Asrama Haji Makassar untuk membantu jemaah tampil rapi dan percaya diri sebelum bertemu keluarga setelah menunaikan ibadah haji.
Makassar, IDN Times - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar tidak melarang jemaah haji mengenakan busana mewah dan perhiasan saat kembali ke daerah asal setelah menunaikan ibadah haji. Tradisi tersebut dinilai sebagai bagian dari budaya masyarakat Bugis-Makassar yang telah berlangsung sejak lama.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan fenomena jemaah yang tampil berhias saat kepulangan merupakan hal yang lazim dijumpai, terutama di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Biasanya, mereka berhias sebelum berjumpa kembali dengan keluarga.
"Kami PPIH Embarkasi Makassar pada prinsipnya tidak melarang karena itu adalah budaya orang Bugis Makassar," kata Ikbal, Rabu (3/6/2026).
1. Jemaah perempuan diingatkan tetap menutup aurat

Meski tidak melarang tradisi berhias, PPIH tetap mengingatkan jemaah perempuan agar memperhatikan ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam. Busana yang dikenakan diminta tetap menutup aurat, termasuk bagian leher.
"Hanya sudah berulang kali kami sampaikan agar jemaah terutama ibu-ibu apalagi baru pulang dari tanah suci, agar menggunakan busana Bugis Makassar itu tetap menutup aurat terutama leher," kata Ikbal.
Ikbal mengaku bangga karena jemaah masih mempertahankan budaya lokal saat pulang berhaji. Namun, nilai-nilai keagamaan tetap harus menjadi perhatian utama.
"Kami juga bangga sih budaya kami tetap digunakan oleh ibu-ibu yang baru pulang dari tanah suci tapi itu tadi kami harapkan tetap menutup aurat terutama lehernya ibu-ibu," katanya.
2. PPIH fasilitasi layanan make up di Asrama Haji

Selain itu, PPIH Debarkasi Makassar juga menyediakan layanan make up bagi jemaah yang ingin berhias sebelum pulang ke daerah masing-masing. Fasilitas tersebut disiapkan setelah melihat banyak jemaah yang sebelumnya mencari bantuan untuk berganti pakaian dan merias diri sebelum bertemu keluarga.
"Ceritanya,kemarin-kemarin, tahun-tahun sebelumnya para jemaah itu mencari orang-orang yang bisa membantu menggantikan pakaiannya, make up," kata Ikbal.
Menurutnya, layanan tersebut merupakan inisiatif petugas dan karyawan Asrama Haji Makassar untuk membantu kebutuhan jemaah. Karena itu, mereka menyediakan layanan di belakang.
"Kami tempatkan di bagian belakang ruangan untuk bisa digunakan oleh teman-teman asrama haji untuk make up jemaah haji sebelum pulang ke kampungnya," katanya.
3. Agar tampil maksimal saat bertemu keluarga

Ikbal menjelaskan layanan make up itu disediakan agar jemaah dapat tampil lebih rapi dan percaya diri saat kembali ke kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji. Menurutnya, momen kepulangan merupakan saat yang dinantikan oleh jemaah maupun keluarga yang telah lama menunggu.
"Agar jemaah haji bisa lebih cantik kelihatan pada saat ketemu dengan keluarganya," kata Ikbal.



















