Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Makassar Darurat Sampah, Pemkot Benahi Armada dan Siapkan Insinerator
TPA Tamangapa, Antang, Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
  • Pemerintah Kota Makassar serius mengatasi permasalahan sampah yang disebabkan oleh kerusakan armada pengangkut.
  • Kerusakan jalan di akses masuk TPA Antang menjadi kendala operasional pengelolaan sampah.
  • Wali Kota Makassar menegaskan perlunya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk reformasi armada dan pembangunan insinerator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menaruh perhatian serius terhadap permasalahan sampah yang kian mendesak. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Lingkup Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota, Selasa (8/4/2025).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdy Mochtar, menyampaikan kerusakan armada pengangkut sampah. Dalam laporannya, dia menyampaikan bahwa dari total 413 armada pengangkut sampah yang tercatat, sekitar 200 unit dalam kondisi rusak berat

"Biaya perbaikannya sangat besar dan ini menyebabkan keluhan masyarakat karena keterlambatan pengangkutan," ungkap Ferdy.

1. Kerusakan jalan di akses masuk TPA Antang hambat operasional

TPA Tamangapa, Antang, Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan

Ferdy juga menyoroti kerusakan jalan di akses masuk TPA Antang. Kerusakan ini disinyalir menjadi kendala dalam operasional, terutama saat musim hujan.

“Lubang jalan mencapai 3 meter dan di bawahnya tumpukan sampah. Ini sangat membahayakan,” katanya.

2. Perlu pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh

TPA Tamangapa, Antang, Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan

Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan perlunya pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Pembenahan yang dimaksud mulai dari armada hingga strategi pemrosesan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.

"Pertama kali saya lihat armada sampah di Makassar, mohon maaf, tidak ada tendensinya. Saya lihat banyak truk diparkir sembarangan bahkan disewakan untuk keperluan lain yang bukan urusan pemerintah kota, " katanya.

Munafri menyatakan akan mereformasi sistem pengelolaan armada. Dia mengusulkan penggunaan skema sewa truk sampah agar lebih efisien dan terkendali, serta pemanfaatan teknologi seperti GPS untuk memantau armada secara real time.

"Motir tiga roda ada yang bisa jamin rusak itu semuanya rusak. Siapa yang akan kontrol, tidak ada. Kita hidup di teknologi canggih. Kenapa tidak dipakaikan GPS, Tidak mahal. seluruh armada persampahan kita akan benahi," kata Munafri.

3. Anggaran motor listrik dialihkan untuk pengadaan insinerator

TPA Tamangapa, Antang, Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan

Lebih lanjut, Munafri menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kelanjutan program motor listrik untuk pengangkutan sampah. Anggaran tersebut akan dialihkan untuk pembangunan insinerator sebagai solusi pengolahan sampah yang lebih cepat dan efektif.

"Saya tidak setuju melanjutkan motor listrik tapi anggaran dialihakan untuk insinerator," kata Munafri.

Dia menegaskan darurat sampah ini harus segera diatasi. Menurutnya, insinerator adalah salah satu cara memperlambat semakin menumpuknya kapasitas sampah di TPA.

"Yang paling penting adalah darurat sampah ini bisa cepat teratasi di Kota Makassar. Artinya, kita butuh insinerator. Kalau bisa anggaran itu dibawa ke sana sehingga kita bisa memperlambat tingkat load yang ada di TPA Antang," katanya.

Editorial Team

Related Article