Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kerap Jadi Korban Kebijakan, Pedagang Pasar Bersehati Manado Demo
Demo pedagang Pasar Bersehati di depan Mapolda Sulawesi Utara, Senin (27/7/2026). IDNTimes/Savi
  • Pedagang Pasar Bersehati menggelar demonstrasi di 2 lokasi di Kota Manado, menuntut kebijakan yang berpihak kepada mereka.

  • Para pedagang juga meminta Polda Sulut menuntaskan dugaan kasus korupsi di Perumda Pasar Manado.

  • Polda Sulut mengaku sudah meminta audit ke BPKP Sulut sejak Agustus 2025 namun hingga kini hasilnya belum ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Manado, IDNTimes - Pedagang Pasar Bersehati Manado yang menamakan diri sebagai Forum Persatuan Persaudaraan Pasar Tradisional (FP3T) Bersehati menggelar demo di sejumlah titik di Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (27/7/2026). Demo digelar karena para pedagang merasa kerap menjadi korban kebijakan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado yang dianggap tak menguntungkan.

Puncaknya adalah pemasangan pagar di hanggar penjualan ikan beberapa waktu lalu, yang dilakukan tanpa koordinasi dengan pedagang terlebih dahulu. Mereka merasa pemagaran tersebut membatasi ruang gerak pembeli dan penjual. Akibatnya, cekcok antar pedagang dan petugas Perumda Pasar Manado tak terhindarkan.

Para pedagang pun sampai merobohkan pagar yang sudah dipasang petugas saat itu. "Kami sejak pagi tidak berjualan untuk menyampaikan aspirasi kami. Mohon jangan jahat-jahat sama rakyat kecil, kami di sini hanya menyampaikan aspirasi," ujar seorang pedagang ketika berdemo di depan Mapolda Sulut.

1. Minta polisi tak berpihak

Pedagang Pasar Bersehati berdemo di depan Kantor BPKP Sulut, Senin (27/7/2026). IDNTime/Savi

Mereka berdemonstrasi di 2 titik, yaitu Markas Polda Sulawesi Utara di Jalan Bethesda dan Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut di Jalan Diponegoro. Saat demo, salah satu hal yang disorot adalah pemeriksaan polisi terhadap sejumlah pedagang terkait laporan pengrusakan pagar.

Para pedagang pun meminta polisi tak memihak Perumda Pasar Manado begitu saja. Apalagi dugaan kasus korupsi di Perumda Pasar Manado yang tengah diperiksa Polda Sulut justru mandek.

"Kalau berani tetapkan mereka sebagai tersangka kasus korupsi! Sudah banyak mereka membuat kerugian bagi kami!" seru para pedagang.

2. Hasil audiensi dengan Polda Sulut

Pedagang Pasar Bersehati berdemo di depan Kantor BPKP Sulut, Senin (27/7/2026). IDNTimes/Savi

Ketua FP3T, Risno Tadulo, dan Sekretaris FP3T, Kaharudin Tane, mewakili para pedagang audiensi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut membahas keluhan-keluhan. Dari hasil audiensi, Kaharudin menyebut bahwa Polda Sulut masih menunggu audit BPKP Sulut.

Selain itu, mereka juga membahas laporan pengrusakan dari para pedagang. Katanya, Polda Sulut juga akan menindaklanjuti keluhan para pedagang.

"Jika bukti pengrusakan ada dan jelas, maka kita bisa melaporkan ke polisi juga. Makanya nanti barang bukti akan kami serahkan ke polisi," tutur Kaharudin.

3. Hasil audit menggantung di BPKP

Pedagang Pasar Bersehati beriringan dari Mapolda Sulawesi Utara ke Kantor BPKP Sulut, Senin (27/7/2026). IDNTimes/Savi

Dirreskrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Winadi Prabowo, mengatakan pihaknya bukan sengaja menghentikan proses penyidikan. Pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan audit sejak Agustus 2025 namun hingga saat ini hasilnya belum ada.

Ia pun berharap BPKP bisa segera menuntaskan hal tersebut. Jika membutuhkan bukti tambahan, Polda Sulut bisa memberikannya.

"Perhitungan kerugian keuangan negara itu sangat penting dan hasilnya harus benar dan nyata. Itu yang bisa menyatakan adalah teman-teman BPKP," tutur Winardi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article