Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin/Istimewa
Disdik pun berharap pihak PLN Wilayah Sulselrabar turut bertanggung jawab atas dampak pemadaman listrik ini.
"Kami berharap PLN bisa menyikapi berbagai persoalan yang terjadi akibat pemadaman listrik ini. PLN harus memiliki tanggung jawab sosial terhadap kerugian-kerugian yang dialami warga selama ini," kata Muhyiddin.
Sebelumnya General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) M. Andy Adchaminoerdin mengimbau masyarakat mewaspadai kebakaran. "Demi kemananan masyarakat agar dapat menggunakan listrik apabila dibutuhkan," kata Andy dalam keterangannya.
Andy memaparkan, di tengah pemadaman bergilir, masyarakat diharapkan mencabut seluruh alat elektronik dan stop kontak apabila tidak digunakan, matikan peralatan elektronik apabila tidak terpakai. Selain itu waspada dalam penggunaan lilin di rumah utamanya saat tidak diperlukan.
Andy menjelaskan, sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sangat bergantung terhadap debit air PLTA. Saat ini debit air menurun drastis akibat kemarau panjang dan el nino.
"Berbagai upaya terus dilakukan mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang secara kontinyu terus dilakukan khususnya di daerah aliran sungai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air," ucapnya.
Andy menambahkan segala upaya telah dilakukan dengan merelokasi pembangkit dari beberapa wilayah tersebar di Indonesia dengan tambahan daya sebesar 80 Megawatt (MW). "Kami berharap upaya ini dapat segera membantu sistem kelistrikan di Sulbagsel. Tim ahli pembangkitan juga turut didatangkan ke Makassar untuk mengakselerasi penormalan pasokan listrik," dia menambahkan.