Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jumlah Pengungsi di Makassar Mulai Berkurang jadi 456 Jiwa
Kondisi pengungsi banjir di Masjid Jabal Nur, Jalan Biola 18 Blok 10, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin (16/12/2024). (Dok. BPBD Makassar)
  • Jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Makassar mulai berkurang seiring dengan surutnya genangan air di beberapa kawasan.
  • Pengungsi yang masih bertahan di beberapa lokasi seperti universitas, gereja, dan masjid jumlahnya telah berkurang signifikan menjadi 456 jiwa.
  • BPBD tetap siaga meskipun jumlah pengungsi berkurang, memastikan kebutuhan tersisa tercukupi, dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Jumlah pengungsi akibat banjir yang melanda Kota Makassar mulai berkurang. Hal ini seiring dengan surutnya genangan air di sejumlah kawasan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, kondisi banjir yang terjadi sejak Minggu (15/12/2024) mulai membaik. Banyak pengungsi yang kembali ke rumah untuk membersihkan sisa-sisa genangan air. 

Sebelumnya, sebanyak 528 warga dari lima kecamatan terpaksa mengungsi ke beberapa titik penampungan. Namun, hingga pukul 18.50 WITA, Senin (16/12/2024), BPBD melaporkan bahwa sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah mereka. 

1. Sebagian pengungsi pulang, sebagian bertahan

ilustrasi pengungsi (dok. IDN Times/Novaya)

Pengungsi yang masih bertahan di beberapa lokasi seperti Universitas Terbuka di Kecamatan Makassar, Gereja Toraja Masale di Kecamatan Panakkukang, dan beberapa masjid, jumlahnya telah berkurang signifikan. Total jumlah pengungsi saat ini yakni 456 jiwa.

Di Kecamatan Manggala, Masjid Makkah Al Mukarramah yang sebelumnya menampung 45 pengungsi, kini hanya tinggal 37 jiwa. Sementara jumlah pengungsi di Masjid Jabal Nur tetap 65 orang.

Di Kecamatan Wajo, Masjid Nurul Islam sempat menampung 103 warga, namun saat ini hanya menyisakan 50 orang. Seiring berjalannya waktu, warga yang rumahnya sudah mulai bisa diakses kembali, memutuskan untuk kembali meskipun beberapa rumah masih terendam genangan.

"Sebagian pengungsi pulang ke rumah untuk membersihkan," kata Kepala BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, dalam keterangan tertulisnya. 

2. Air mulai surut di banyak titik genangan

Tim BPBD Makassar memantau kondisi usai banjir di Jalan Swadaya Mas, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Makassar, Senin (16/12/2024). (Dok. BPBD Makassar)

Hendra mengatakan bahwa air mulai surut di banyak titik genangan. Namun hingga kini pihaknya terus memantau kondisi banjir dan siap mengevakuasi warga jika dibutuhkan.

Meski jumlah pengungsi berkurang, BPBD tetap siaga dan memastikan kebutuhan pengungsi yang tersisa tetap tercukupi, termasuk pangan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar lainnya. 

"Kami akan terus memberikan bantuan hingga kondisi benar-benar pulih," kata Hendra.

3. Tetap waspada terhadap potensi banjir susulan

Kondisi RS Islam Faisal saat terendam banjir, Minggu (15/12/2024) / Istimewa

Meski jumlah pengungsi menurun, BPBD tetap mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Curah hujan yang masih tinggi diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan. 

Pemerintah Kota Makassar juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan memastikan kesiapsiagaan warga.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG bahwa puncaknya (musim hujan) nanti di bulan Januari. Bahkan Kepala BMKG pusat, Ibu Dwikorita bilang sampai Maret. Terkait kesiapsiagaan, kita sudah lihat beberapa hari terakhir ini, kami melaksanakan tugas-tugas penanggulangan bencana, utamanya evakuasi dan assesment," kata Hendra.

Editorial Team

Related Article