Imbauan Tunda Umrah Dinilai Terlalu Cepat, Pelaku Travel Khawatir Rugi

- Asosiasi penyelenggara haji dan umrah menilai imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan umrah terlalu cepat dan belum mempertimbangkan kondisi lapangan secara menyeluruh.
- Imbauan tersebut memicu keraguan calon jemaah serta berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi penyelenggara perjalanan karena sebagian besar biaya sudah dibayarkan ke pihak ketiga.
- Penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah masih berjalan normal, dan ratusan jemaah diperkirakan tetap berangkat pada akhir Ramadan meski ada imbauan penundaan.
Makassar, IDN Times - Asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah menilai imbauan penundaan keberangkatan umrah dari pemerintah pusat muncul terlalu cepat. Mereka menilai kebijakan tersebut belum mempertimbangkan berbagai aspek di lapangan.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Azhar Ghazali, menilai imbauan tersebut berdampak pada calon jemaah. Dampak juga dirasakan pelaku industri perjalanan umrah.
"Imbauannya terlalu dini sekali tanpa mempertimbangkan aspek lainnya," kata Azhar saat diwawancarai IDN Times, Kamis (5/3/2026).
Menurut Azhar, sejumlah rute penerbangan memang terdampak konflik di beberapa negara Timur Tengah seperti Iran, Irak, hingga Qatar. Namun, penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah masih beroperasi normal.
"Makassar-Jeddah itu penerbangannya masih terbang semua," katanya.
1. Umrah akhir Ramadan berpotensi terdampak

Azhar menyebut imbauan tersebut menimbulkan keraguan di kalangan calon jemaah, terutama mereka yang dijadwalkan berangkat pada akhir Ramadan. Padahal sebagian besar perjalanan untuk periode tersebut sudah hampir sepenuhnya dipersiapkan.
Menurutnya, tiket pesawat dan akomodasi di Arab Saudi telah dibayar penuh oleh penyelenggara perjalanan. Berbagai layanan lainnya juga sudah diselesaikan pembayarannya.
"Pesawatnya sudah full payment. Segala macam udah selesai. Tapi karena mereka dapat imbauan seperti itu sehingga mereka ragu untuk berangkat," katanya.
Dia menilai penundaan keberangkatan tidak mudah diterapkan. Hal ini karena jadwal penerbangan tetap berjalan.
"Kalau dilakukan penundaan itu gak mungkin karena pesawat kan tetap terbang," katanya.
2. Ada potensi kerugian finansial

Azhar mengatakan imbauan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi pelaku industri umrah. Selain penyelenggara perjalanan, jemaah juga bisa terkena dampaknya karena sebagian biaya telah dibayarkan kepada pihak ketiga.
"Pasti ada. Itu harus siap ditanggung juga oleh jemaah. Bukan cuma penyelenggara karena kan ada payment yang sudah dilakukan pihak ketiga di Saudi kan termasuk airlines yang paling besar nilainya," kata Azhar.
Dia menjelaskan sebagian besar pembayaran sudah diserahkan kepada maskapai penerbangan dan penyedia layanan di Arab Saudi. Jika jemaah membatalkan perjalanan, maka biaya tersebut berisiko tidak dapat dikembalikan.
"Namanya kita sudah membayar, lalu pihak jemaah sendiri yang membatalkan atau menunda, tapi penundaan itu konsekuensinya tiketnya hangus terbakar kan," katanya.
3. Penerbangan dari Makassar masih berjalan

Menurut Azhar, hingga saat ini penerbangan umrah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin masih beroperasi normal. Dia memperkirakan ratusan jemaah berpotensi berangkat pada periode akhir Ramadan.
Dia mencontohkan satu penerbangan umrah bisa membawa sekitar 400 penumpang. Jika terdapat dua penerbangan dalam satu periode, maka jumlahnya bisa mencapai lebih dari 800 jemaah.
"Khusus Sulsel aja. Penerbangan dari Bandara internasional Sultan Hasanuddin," katanya.
Azhar juga mengimbau calon jemaah tetap tenang menghadapi situasi ini. Menurutnya, ibadah umrah masih bisa dilaksanakan selama otoritas Arab Saudi belum menutup akses ibadah di Masjidil Haram dan maskapai masih melayani penerbangan.
"Kalau mau berangkat silakan saja berangkat. Kan pemerintah masih memberi imbauan, belum keputusan final yang melarang untuk berangkat," katanya.

















![[FOTO] Momen Gerhana Bulan Hiasi Langit di Malam Ramadan](https://image.idntimes.com/post/20260304/upload_75e2d0fca389cfb264f68d288a2aa1e9_7f5c2962-3d28-4b83-8415-9b82fd3894e6.jpg)
