Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Haji 2026 Dimulai, 8 Provinsi Berangkat melalui Embarkasi Makassar
Ilustrasi. Kloter 41 Embarkasi Makassar saat masuk Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (28/5/2025). (Dok. Kemenag Sulsel)
  • Embarkasi Makassar melayani 16.750 jemaah dari delapan provinsi kawasan timur Indonesia pada musim haji 2026, dengan Sulawesi Selatan sebagai penyumbang terbesar mencapai 9.670 jemaah.
  • Tahun ini diterapkan skema transit bagi sebagian jemaah luar Sulsel agar tidak perlu menginap di Asrama Haji Sudiang, demi mengurangi kepadatan dan mempercepat proses keberangkatan.
  • Kartu Nusuk kini dibagikan langsung di embarkasi sebelum keberangkatan, menggantikan sistem lama yang membagikannya di Arab Saudi untuk mempermudah verifikasi dan akses layanan jemaah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Embarkasi Makassar kembali menjadi pusat pemberangkatan jemaah haji terbesar di kawasan timur Indonesia pada musim haji 2026. Tahun ini, sebanyak 16.750 jemaah dari 8 provinsi dilayani melalui 43 kloter.

Delapan provinsi yang dilayani meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Dari total tersebut, Sulawesi Selatan menjadi penyumbang jemaah terbanyak dengan kuota mencapai 9.670 orang, jauh melampaui provinsi lain di kawasan timur.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memastikan seluruh proses penyelenggaraan berjalan sesuai jadwal menjelang keberangkatan kloter pertama.

"Jemaah haji kloter I masuk asrama 21 April 2026 pukul 08.00 WITA dan rencana berangkat 22 April 2026 pukul 03.20 dini hari," kata Ikbal, Senin (20/4/2026).

1. Sulsel dominasi jumlah jemaah

ilustrasi haji ke Makkah (pixabay.com/ekrem)

Dominasi Sulawesi Selatan terlihat dari proporsi jemaah yang mencapai lebih dari separuh total Embarkasi Makassar. Sementara itu, provinsi lain seperti Sulawesi Tenggara (2.078), Sulawesi Barat (1.450), dan Gorontalo (608) berada di lapis berikutnya dengan jumlah lebih kecil.

Adapun provinsi di kawasan timur seperti Maluku (587), Maluku Utara (785), Papua (933), dan Papua Barat (442) hanya menyumbang ratusan jemaah, namun tetap menjadi bagian dari wilayah layanan embarkasi karena keterbatasan akses penerbangan langsung ke Arab Saudi.

2. Sebagian jemaah tidak lagi masuk asrama

ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Mustafa Fathy)

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tidak seluruh jemaah dari 8 provinsi wajib masuk dan menginap di Asrama Haji Sudiang. Pada 2026, sebagian jemaah dari luar Sulawesi Selatan mulai menggunakan skema transit.

Dalam skema ini, jemaah cukup transit di Bandara Sultan Hasanuddin sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi, tanpa harus bermalam di asrama. Perubahan ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan serta mempercepat alur layanan.

Pada musim haji tahun-tahun sebelumnya, seluruh jemaah dari delapan provinsi terpusat di Asrama Haji Sudiang. Kondisi ini sering menimbulkan kepadatan tinggi, terutama saat puncak pemberangkatan.

3. Kartu Nusuk kini dibagikan di embarkasi

ilustrasi haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Pada musim haji 2026, terdapat perubahan layanan terkait distribusi kartu Nusuk. Jika sebelumnya kartu identitas tersebut diberikan setibanya di Arab Saudi, maka kini jemaah sudah menerimanya sejak berada di embarkasi.

"Kartu Nusuk yang biasanya dibagikan saat jemaah tiba di Arab Saudi, kini dibagikan di asrama haji embarkasi. Ini sangat membantu jemaah kita," kata Ikbal.

Kartu Nusuk merupakan identitas digital resmi berbentuk kartu pintar yang wajib dimiliki jemaah haji. Kartu ini digunakan untuk verifikasi data, akses layanan, serta pengawasan selama berada di Makkah dan Armuzna.

Editorial Team