Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dilantik, 167 PNS Baru Makassar Diminta Kuasai Teknologi dan Bahasa Asing

Dilantik, 167 PNS Baru Makassar Diminta Kuasai Teknologi dan Bahasa Asing
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengambil sumpah/janji sebanyak 167 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024 lingkup Pemerintah Kota Makassar di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Rabu (3/6/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya Sih
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melantik 167 PNS formasi 2024 dan menegaskan bahwa sumpah jabatan menjadi awal pengabdian nyata kepada masyarakat melalui pelayanan publik berkualitas.
  • Munafri mendorong PNS baru untuk terus mengembangkan kompetensi, menguasai teknologi, serta mempelajari bahasa asing agar mampu beradaptasi dengan tantangan birokrasi modern yang dinamis.
  • Ia menekankan pentingnya regenerasi birokrasi, menyebut PNS muda sebagai calon pemimpin masa depan yang harus berproses dan berpegang pada nilai ASN BerAKHLAK dalam menjalankan amanah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil sumpah dan janji 167 Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2024 lingkup Pemerintah Kota Makassar. Prosesi tersebut berlangsung di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS secara simbolis kepada perwakilan peserta. Dengan pengangkatan tersebut, para peserta resmi menyandang status sebagai aparatur sipil negara (ASN).

1. Pengangkatan PNS jadi awal perjalanan pengabdian

IMG-20260513-WA0314.jpg
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa pengambilan sumpah dan janji PNS bukanlah akhir dari perjuangan. Menurutnya, momen tersebut menjadi awal perjalanan panjang dalam mengabdi kepada masyarakat melalui birokrasi pemerintahan.

“Ini akan menjadi tonggak dari perjalanan karier kalian ke depannya. Di dalam perjalanan karier ini, memang sangat penting untuk memastikan apa yang menjadi tujuan, apa yang menjadi dasar-dasar kita dalam melaksanakan tugas dan pengabdian sebagai seorang ASN,” katanya.

Munafri mengingatkan bahwa menjadi ASN tidak boleh dimaknai hanya sebagai pekerjaan yang memberikan rasa aman dan nyaman. ASN, kata dia, harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas.

“Kalau berpikir menjadi ASN untuk santai-santai, saya pikir bukan di sini tempatnya. Di sini tempatnya orang melakukan berbagai macam kegiatan untuk memastikan bahwa proses yang kita jalankan ini benar-benar punya dampak kepada masyarakat,” tegasnya.

2. PNS baru diminta terus mengembangkan kompetensi

Ilustrasi ASN di lingkup Pemprov Sulsel. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Ilustrasi ASN di lingkup Pemprov Sulsel. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Munafri juga mendorong para PNS yang baru diangkat untuk mulai merancang karier sejak dini. Ia meminta mereka memiliki visi yang jelas terkait kompetensi dan posisi yang ingin dicapai di masa depan.

Menurutnya, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang selama memiliki kemauan belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Karena itu, ia mendorong para PNS memanfaatkan berbagai peluang pendidikan lanjutan, termasuk mempelajari bahasa asing.

Selain itu, Munafri menilai penguasaan teknologi dan kemampuan berinovasi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pemerintahan modern. ASN dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat.

“Semua punya kesempatan yang sama. Tinggal siapa yang lebih siap, lebih serius, dan lebih fokus. Itulah yang nantinya akan mampu bersaing dan berkembang dalam dunia birokrasi,” ujarnya.

3. Appi sebut estafet birokrasi ada di tangan PNS muda

Balai Kota Makassar. (IDN Times/Ashrawi Muin)
Balai Kota Makassar. (IDN Times/Ashrawi Muin)

Munafri mengatakan para pejabat yang saat ini menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Makassar suatu saat akan memasuki masa pensiun. Karena itu, regenerasi birokrasi akan ditentukan oleh kualitas ASN yang saat ini baru memulai kariernya.

Ia menegaskan bahwa para PNS yang baru dilantik memiliki peluang untuk menjadi pemimpin birokrasi di masa mendatang. Namun, proses tersebut harus dilalui melalui tahapan karier dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

“Yang akan menggantikan mereka kalian. Semua dimulai dari posisi paling bawah, lalu berproses, terseleksi, hingga akhirnya akan menghasilkan pola penjenjangan yang teratur dan stabil untuk menempatkan the right man on the right place,” katanya.

Di akhir sambutannya, Munafri mengingatkan para PNS baru untuk memegang teguh sumpah jabatan yang telah diucapkan. Ia juga meminta mereka menjadikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Saya berharap amanah yang diberikan hari ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan menjadi ladang pengabdian yang bernilai ibadah,” tutupnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More