NTP Sulsel Naik 2,41 Persen Mei 2026, Petani Perkebunan Paling Diuntungkan

- NTP Sulawesi Selatan naik 2,41 persen pada Mei 2026 menjadi 118,30, menandakan daya beli petani meningkat karena indeks harga yang diterima lebih tinggi dari yang dibayar.
- Empat subsektor pertanian alami kenaikan NTP, dengan lonjakan tertinggi di tanaman perkebunan rakyat sebesar 10,50 persen; hanya subsektor peternakan yang turun 2,44 persen akibat penurunan harga unggas.
- NTUP Sulsel juga naik 2 persen ke level 123,84; peningkatan terbesar terjadi di subsektor perkebunan rakyat dan hortikultura, mencerminkan perbaikan usaha pertanian secara keseluruhan.
Makassar, IDN Times – Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Selatan pada Mei 2026 tercatat sebesar 118,30. Angka ini naik 2,41 persen dibandingkan April 2026 yang berada di level 115,52.
Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani di Sulawesi Selatan membaik. Peningkatan NTP terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan kenaikan indeks harga yang harus dibayar petani.
Berdasarkan siaran pers Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan yang dikutip, Rabu (3/6/2026), indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,75 persen dari 144,01 menjadi 147,97. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya naik 0,34 persen dari 124,66 menjadi 125,08.
1. Empat subsektor mengalami kenaikan NTP

BPS mencatat empat dari lima subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP selama Mei 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang melonjak 10,50 persen.
NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat meningkat dari 119,26 pada April menjadi 131,79 pada Mei 2026. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani sebesar 10,68 persen, sementara indeks harga yang dibayar hanya naik 0,16 persen.
Subsektor hortikultura juga mencatat kenaikan cukup tinggi sebesar 6,28 persen. NTP hortikultura naik dari 135,63 menjadi 144,16, terutama dipicu kenaikan harga kelompok sayur-sayuran sebesar 7 persen.
Sementara itu, NTP tanaman pangan naik tipis 0,25 persen dari 112,78 menjadi 113,06. Adapun NTP subsektor perikanan meningkat 0,50 persen dari 120,28 menjadi 120,89.
2. Peternakan menjadi satu-satunya subsektor yang turun

Berbeda dengan subsektor lainnya, peternakan justru mengalami penurunan NTP sebesar 2,44 persen. Nilainya turun dari 111,77 pada April menjadi 109,04 pada Mei 2026.
Penurunan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani peternakan turun 2,09 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,36 persen. Turunnya harga terutama dipengaruhi penurunan harga pada kelompok unggas sebesar 5,23 persen dan hasil-hasil ternak atau unggas sebesar 3,92 persen.
Meski demikian, beberapa komoditas peternakan masih menunjukkan tren positif. Harga ternak besar naik 3,03 persen dan ternak kecil meningkat 0,84 persen dibanding bulan sebelumnya.
3. NTUP Sulsel juga meningkat

Selain NTP, BPS Sulsel juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, NTUP Sulsel mencapai 123,84 atau naik 2 persen dibanding April 2026 yang sebesar 121,41.
Kenaikan NTUP terbesar juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang melonjak 10,26 persen. Selanjutnya hortikultura naik 5,51 persen dan perikanan meningkat 0,34 persen.
Sebaliknya, NTUP subsektor tanaman pangan turun 0,24 persen dan peternakan turun 2,63 persen. Secara umum, peningkatan NTP dan NTUP menunjukkan kondisi usaha pertanian serta daya beli petani di Sulawesi Selatan mengalami perbaikan selama Mei 2026.



















