Ilustrasi tenaga medis. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Dokter Sugih sempat berbagi keluh kesahnya selama bertugas menangani pasien COVID-19 yang dikarantina di hotel. Sugih mengaku berbesar hati merawat ratusan pasien dibantu dengan tiga perawat tanpa perhatian dari pemerintah. Meski, di sisi lain dia juga merasa kewalahan dengan tanggung jawabnya.
"Saya hanya sendirian dokter di sini tangani 190 pasien. Jelas ini tidak sebanding jumlah pasien di sini dengan kami. Selama 24 jam full saya standby terus. Saya memang mengajukan diri, tapi tidak berpikir kalau sampai sendiri begini," ujar Sugih, Kamis (2/7) lalu.
Sugih membandingkan jumlah dokter di sejumlah lokasi karantina lain, yang jumlahnya minimal tiga orang. Begitu pun dengan jumlah perawat yang seharusnya lebih banyak. Di Hotel Harper, Sugih mengaku telah mendapatkan tiga kali perpanjangan surat tugas sejak mulai bertugas pada Mei 2020 lalu.
Sepanjang tugas itu, Sugih mengaku harus menahan rindu karena tidak pernah bertemu dengan keluarganya. Terlebih istri dan anaknya yang masih berusia tiga bulan.
"Kalau terlalu rindu saya pasti menangis. Saya juga kecewa tidak berpikir diperlakukan seperti ini," ucapnya.
Selain kecewa karena belum mendapatkan respon dari pemerintah mengenai batas masa tugasnya, Sugih juga kecewa karena insentif yang dijanjikan belum sama sekali diterima.