Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gua Liangkabori di Muna Ditetapkan Menjadi Cagar Budaya Nasional
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (ketiga kiri) menunjuk salah satu lukisan purba yang terdapat pada gua Metanduno, Desa Liang Kabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/7/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/bar)
  • Kemenbud RI resmi menetapkan Gua Liangkabori dan Liang Metanduno di Muna, Sulawesi Tenggara, sebagai Situs Cagar Budaya Nasional setelah sidang penetapan oleh Tim Ahli Cagar Budaya rampung.
  • Lukisan gua non-figuratif di Liang Metanduno berusia 67.800 tahun dinobatkan Guinness Book of Records 2026 sebagai yang tertua di dunia, menyalip rekor Leang Karampuang dan situs Eropa.
  • Pemerintah menyiapkan langkah perlindungan situs dari dampak iklim dengan membangun Pusat Informasi Lukisan Purba serta mendokumentasikan seluruh lukisan cadas prasejarah untuk edukasi publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia secara resmi menetapkan kawasan prasejarah Gua Liangkabori dan Liang Metanduno yang terletak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa ini dilakukan setelah seluruh tahapan sidang penetapan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional rampung.

"Penetapan status sidangnya sudah selesai minggu lalu. Nah, tinggal diumumkan, insya Allah awal Agustus ya sebagai cagar budaya nasional," ujar Fadli Zon dilansir ANTARA, Minggu (12/7/2026). Langkah ini menjadi momentum krusial karena situs tersebut menyimpan bukti peradaban yang sangat bernilai untuk sejarah dunia.

1. Pecahkan rekor dunia Guinness sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia

Lukisan seni cadas non-figuratif tertua di dunia yang berada di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. (dok. Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Situs Liang Metanduno kini menjadi sorotan tajam arkeologi global. Pasalnya, hasil riset lintas perguruan tinggi dalam dan luar negeri bersama Griffith University Australia serta Balai Pelestarian Kebudayaan telah resmi dicatatkan dalam Guinness Book of Records 2026.

"Hasil riset tersebut secara resmi dicatatkan dalam Guinness Book of Records 2026 sebagai lukisan gua non-figuratif tertua di dunia (the world's oldest non-figurative cave painting)," ungkap Fadli Zon.

Pengujian saintifik menggunakan metode canggih laser ablation uranium-series membuktikan bahwa bidang pigmen visual purba berukuran 14 x 10 xm di gua tersebut memiliki usia setidaknya 67.800 tahun. Temuan fantastis di Muna ini otomatis memecahkan rekor dunia sebelumnya yang dipegang oleh Leang Karampuang di kawasan Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (51.200 tahun), serta mengalahkan usia lukisan gua lain di Spanyol dan Prancis.

2. Berpotensi menantang teori migrasi manusia purba yang selama ini diyakini sejarawan

Lukisan seni cadas non-figuratif tertua di dunia yang berada di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. (dok. Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Penemuan sejarah di Pulau Muna yang bentang sejarahnya telah melewati 2.700 generasi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Bukti arkeologis modern (Homo sapiens) di kawasan ini dinilai sangat berpotensi untuk menantang balik dominasi teori migrasi tunggal Out of Africa yang selama ini diyakini oleh para sejarawan.

"Selama ini ilmu pengetahuan pun ada satu pengaruh dari kolonialisme, mereka selalu melihat kita ini relatif lebih muda dan pusatnya ada di Eropa sana. Dengan bukti arkeologis yang sangat kuat ini, kita harus berani menantang teori-teori lama itu," ungkap Fadli Zon.

"Narasi migrasi manusia bisa saja berbentuk dua arah atau multiple traffic, termasuk adanya potensi Out of Nusantara atau Out of Sulawesi," sambungnya.

3. Pemerintah ingin mengoptimalkan perlindungan situs bersejarah dari pengaruh perubahan iklim

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menunjuk salah satu lukisan purba yang terdapat pada gua Metanduno, Desa Liang Kabori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/7/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/bar)

Guna mengoptimalkan perlindungan situs dari ancaman degradasi fisik akibat perubahan iklim, Kemenbud RI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah berkomitmen untuk membangun Pusat Informasi Lukisan Purba di Kepulauan Muna melalui kantor kementerian yang berada di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Kemenbud RI juga menginstruksikan agar dilakukan pendokumentasian seluruh lukisan cadas prasejarah di wilayah Muna, Maros Pangkep, Kalimantan, hingga Raja Ampat ke dalam sebuah buku komprehensif. Sebagai etalase edukasi bagi publik, pemerintah juga berencana menghadirkan replika visual berskala tinggi yang nantinya ditempatkan di Museum Provinsi Sulawesi Tenggara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article