Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gempa M 7,6 di Sulut:  Satu Orang Meninggal, Dua Luka-luka
Salah satu bangunan rusak terdampak gempa bumi M 7,6 di Manado, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4/2026). (IDN Times/Savi)
  • Gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dengan pusat di tenggara Bitung dan kedalaman 62 km, membuat warga panik berhamburan keluar bangunan.
  • Tsunami kecil terdeteksi di beberapa titik seperti Pantai Kema, Bitung, dan Belang dengan ketinggian mencapai 75 cm, disertai sekitar 29 gempa susulan.
  • Satu orang meninggal dan dua luka-luka akibat reruntuhan gedung di Manado, sementara warga diminta menjauhi pantai hingga peringatan dini tsunami dicabut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gempa besar di Sulawesi Utara pagi-pagi. Tanah goyang kuat sekali sampai orang-orang lari keluar rumah. Satu orang meninggal dan dua orang luka-luka karena gedung runtuh. Ada air laut naik kecil seperti tsunami di beberapa pantai. Banyak orang masih takut dan disuruh menjauh dari pantai sampai aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDN Times - Gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Gempa tersebut berpusat di tenggara Kota Bitung dengan kedalaman 62 km.

Saat kejadian, warga berhamburan ke luar gedung. Beberapa bersandar hingga duduk lesehan.

"Goyang sekali, sampai tidak kuat berdiri," kata seorang warga bernama Recky.

1. Tsunami kecil terdeteksi di beberapa titik

Petugas BMKG memantau aktivitas gempa di Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026). (IDN Times/Savi)

Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menyebut bahwa hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi. Total gempa susulan sekitar 29 kali dengan kekuatan Magnitudo 5,5-3,1.

Selain itu, tsunami juga terdeteksi di beberapa titik seperti di Pantai Kema, Minahasa Utara setinggi 75 cm; di Bitung 20 cm; hingga Pantai Belang, Minahasa Tenggara 68 cm.

"Tercatat sudah 1 jam lalu, tapi peringatan dini tsunami masih belum dihentikan," tutur Tony.

2. Seorang warga meninggal

Warga berada di gedung GOR yang rusak akibat gempa bumi yang melanda Manado, Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026). (Dok. IDN Times/Istimewa)

Di Kota Manado, gempa ini dirasakan dengan skala V MMI alias sangat kuat. Sejumlah gedung mengalami kerusakan ringan-sedang.

Salah satu yang terparah adalah di GOR RW Mongisidi. Fasad gedung runtuh hingga menimpa seorang lansia bernama Deice Lahia (69).

Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, menyebut hingga saat ini jumlah korban 3 orang. "Satu tewas, 2 luka-luka," katanya.

3. Warga diminta menjauhi pantai

Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain itu, rumah sakit-rumah sakit juga sempat mengevakuasi para pasien hingga ke halaman. Para pasien dievakuasi menggunakan kursi roda hingga tempat tidur.

"Puji Tuhan tidak ada korban jiwa," ujar seorang perawat di RS Siloam Sam Ratulangi Manado, Ivana Julia.

Hingga saat ini masyarakat diminta menjauhi pantai, meski tsunami tidak lagi terpantau. "Hingga peringatan dini tsunami tidak diberlakukan lagi," tambah Tony.

Editorial Team