Gempa M 7,6 di Sulut: Satu Orang Meninggal, Dua Luka-luka

- Gempa berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dengan pusat di tenggara Bitung dan kedalaman 62 km, membuat warga panik berhamburan keluar bangunan.
- Tsunami kecil terdeteksi di beberapa titik seperti Pantai Kema, Bitung, dan Belang dengan ketinggian mencapai 75 cm, disertai sekitar 29 gempa susulan.
- Satu orang meninggal dan dua luka-luka akibat reruntuhan gedung di Manado, sementara warga diminta menjauhi pantai hingga peringatan dini tsunami dicabut.
Manado, IDN Times - Gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Gempa tersebut berpusat di tenggara Kota Bitung dengan kedalaman 62 km.
Saat kejadian, warga berhamburan ke luar gedung. Beberapa bersandar hingga duduk lesehan.
"Goyang sekali, sampai tidak kuat berdiri," kata seorang warga bernama Recky.
1. Tsunami kecil terdeteksi di beberapa titik

Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menyebut bahwa hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi. Total gempa susulan sekitar 29 kali dengan kekuatan Magnitudo 5,5-3,1.
Selain itu, tsunami juga terdeteksi di beberapa titik seperti di Pantai Kema, Minahasa Utara setinggi 75 cm; di Bitung 20 cm; hingga Pantai Belang, Minahasa Tenggara 68 cm.
"Tercatat sudah 1 jam lalu, tapi peringatan dini tsunami masih belum dihentikan," tutur Tony.
2. Seorang warga meninggal

Di Kota Manado, gempa ini dirasakan dengan skala V MMI alias sangat kuat. Sejumlah gedung mengalami kerusakan ringan-sedang.
Salah satu yang terparah adalah di GOR RW Mongisidi. Fasad gedung runtuh hingga menimpa seorang lansia bernama Deice Lahia (69).
Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Awi Setiyono, menyebut hingga saat ini jumlah korban 3 orang. "Satu tewas, 2 luka-luka," katanya.
3. Warga diminta menjauhi pantai

Selain itu, rumah sakit-rumah sakit juga sempat mengevakuasi para pasien hingga ke halaman. Para pasien dievakuasi menggunakan kursi roda hingga tempat tidur.
"Puji Tuhan tidak ada korban jiwa," ujar seorang perawat di RS Siloam Sam Ratulangi Manado, Ivana Julia.
Hingga saat ini masyarakat diminta menjauhi pantai, meski tsunami tidak lagi terpantau. "Hingga peringatan dini tsunami tidak diberlakukan lagi," tambah Tony.


















