Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fadli Zon Siapkan Inventarisasi Situs Budaya Terdampak Karhutla

Kota Makassar
3 min read
Fadli Zon Siapkan Inventarisasi Situs Budaya Terdampak Karhutla
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Karhutla di Toraja Utara menghanguskan ratusan peti jenazah di pemakaman tradisional, sementara kebakaran di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mencapai hampir 60 hektare.
  • Kementerian Kebudayaan akan menginventarisasi situs budaya terdampak untuk menentukan kebutuhan pemulihan, revitalisasi, dan restorasi, namun rincian situs serta bentuk penanganannya belum ditetapkan.
  • Fadli Zon juga menyoroti ancaman aktivitas industri terhadap lukisan gua prasejarah Leang-leang dan meminta eksploitasi, termasuk untuk semen, dibatasi bila mengganggu cagar budaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Menteri Kebudayaan Fadli Zon merespons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada situs warisan budaya di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kebakaran ini termasuk makam tradisional di Kabupaten Toraja Utara dan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang masuk dalam UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.

Fadli menyatakan Kementerian Kebudayaan akan mengumpulkan data mengenai dampak kebakaran untuk menentukan langkah pemulihan. Hal ini termasuk revitalisasi dan restorasi terhadap situs yang mengalami kerusakan.

"Tentu ini sesuatu yang sangat memprihatinkan ya, dan kita sedang mengumpulkan juga nanti data-datanya yang terkait hal ini, apa yang bisa kita lakukan di dalam pemulihannya, restorasinya," kata Fadli saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Ratusan peti jenazah di Toraja Utara hangus terbakar

    kuburan batu toraja terbakar.jpg
    Ratusan peti mayat di Toraja Utara hangus terbakar. Dok. Istimewa

    Sebelumnya, karhutla di Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, menyebabkan ratusan peti jenazah di pemakaman tradisional masyarakat Toraja dilaporkan hangus terbakar. Api merambat hingga ke liang batu yang berada di tebing.

    Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang masuk dalam wilayah Geopark Maros-Pangkep. Kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan mencapai hampir 60 hektare.

    Kebakaran tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelestarian situs prasejarah di kawasan karst Maros-Pangkep. Salah satunya termasuk lukisan gua di Leang-leang yang memiliki nilai penting bagi sejarah peradaban manusia.

  2. 2. Kementerian Kebudayaan inventarisasi situs terdampak

    Ratusan peti mayat di Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan hangus terbakar, Jumat malam hingga Sab
    Ratusan peti mayat di Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan hangus terbakar, Jumat malam hingga Sabtu (23-24/10/2026). Istimewa

    Fadli mengatakan kebakaran dapat dipicu oleh aktivitas manusia maupun faktor alam. Dia menilai kebakaran yang disengaja merupakan tindakan kriminal karena dapat merusak kawasan dan situs budaya.

    "Tapi ada juga yang karena faktor alam yang memang dipicu karena El Nino yang panjang sehingga bisa memercik atau memicu kebakaran," lanjutnya. 

    Fadli menegaskan inventarisasi diperlukan untuk mengetahui situs-situs budaya yang terdampak sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai.

    "Kalau ada situs-situs yang terdampak, kita akan lakukan inventarisasi dan nanti bagaimana revitalisasi atau restorasi terhadap situs-situs tersebut," tuturnya.

    Meski demikian, dia belum merinci situs mana saja yang akan masuk dalam pendataan maupun bentuk pemulihan yang akan dijalankan. Kondisi setiap situs perlu dikaji untuk menentukan penanganan lebih lanjut.

  3. 3. Fadli Zon soroti ancaman industri terhadap lukisan gua

    Taman Prasejarah Leang-Leang, Geopark Maros Pangkep (dok.pribadi/Gusti Nur Iwari)
    Taman Prasejarah Leang-Leang, Geopark Maros Pangkep (dok.pribadi/Gusti Nur Iwari)

    Selain kebakaran, Fadli menyoroti potensi ancaman terhadap lukisan gua prasejarah di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros. Menurutnya, perlindungan situs tersebut juga perlu mempertimbangkan aktivitas eksploitasi industri di sekitarnya.

    "Iya, ini kita lagi sedang pelajari. Karena memang saya melihat bahwa itu bukan hanya karena kebakaran, tapi juga mungkin agresivitas untuk eksploitasi di bidang industri itu juga menjadi satu faktor yang lain yang harus kita amankan," jelasnya.

    Fadli mencontohkan aktivitas industri semen sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian apabila berpotensi mengancam keberadaan situs cagar budaya.

    "Misalnya, dalam hal ini eksploitasi untuk semen, pabrik semen. Ini menurut saya harus dibatasi kalau menyangkut ada situs-situs cagar budaya, termasuk lukisan-lukisan yang ada di dinding-dinding gua itu," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More