Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ancam Ojol Pakai Busur, Pemuda di Makassar Dihakimi Massa-Motor Dibakar

Kota Makassar
3 min read
Ancam Ojol Pakai Busur, Pemuda di Makassar Dihakimi Massa-Motor Dibakar
Sepeda motor dikendarai terduga geng motor dibakar massa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Tamalate, Makassar, Minggu malam (25/10/2026). (Dok. Istimewa)
  • Seorang pemuda diduga anggota geng motor diamuk massa setelah dituding mengancam pengemudi ojol dengan busur di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (25/10/2026).
  • Menurut polisi, korban yang melintas bersama pengendara lain diduga dibentangi busur oleh kelompok pemuda; saat kabur, satu terduga pelaku jatuh usai menabrak motor lain.
  • Massa membakar Honda CRF milik terduga pelaku, sementara polisi membawa pemuda itu ke Polrestabes Makassar dan menyelidiki penggunaan busur serta pelaku lain yang kabur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Seorang pemuda yang diduga anggota geng motor diamuk massa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026). Pemuda tersebut diduga hendak menyerang pengemudi ojek online (ojol) menggunakan busur. Sepeda motor trail Honda CRF yang dikendarainya juga dibakar massa.

Rekaman video amatir memperlihatkan detik-detik saat sebuah sepeda motor yang dikendarai terduga pelaku dibakar massa di depan kawasan pertokoan. Kobaran api tampak membakar seluruh bagian kendaraan tersebut di tengah kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian.

Dalam video terpisah, tampak pula seorang pemuda yang diduga sebagai anggota geng motor diringkus dan diamuk oleh warga serta pengemudi ojol di lokasi kejadian. Pemuda berkaus hitam tersebut terlihat mengalami luka-luka dan babak belur pada bagian wajah sebelum akhirnya diamankan oleh petugas dan warga setempat.

  1. 1. Pelaku membentangkan busur panah kepada pengendara yang melintas

    Kapolsek Tamalate Kompol M. Idris. (Dok. Istimewa)
    Kapolsek Tamalate Kompol M. Idris. (Dok. Istimewa)

    Kapolsek Tamalate, Kompol M. Idris, mengatakan peristiwa itu bermula saat korban selesai mengantar penumpang dari arah Barombong dan menurunkannya di depan Hotel Colonial. Korban kemudian melanjutkan perjalanan menuju Trans Studio Mall (TSM) Makassar sebelum bertemu dengan sekelompok anak muda yang diperkirakan mengendarai lima sepeda motor.

    "Setiap pengendara yang melintas di depan kelompok anak muda tersebut dibentangkan busur, termasuk korban yang merupakan pengemudi ojol," kata Idris kepada wartawan.

    Merasa terancam, korban berusaha melarikan diri ke arah TSM Makassar. Namun, ia diduga terus diikuti hingga ke depan Warkop Azzahra, Jalan Metro Tanjung Bunga.

    Saat itu, kondisi jalan sedang macet. Salah seorang pemuda di antara rombongan itu diduga berusaha berbalik arah dengan melawan arus, tetapi justru menabrak pengendara sepeda motor lain hingga terjatuh.

    "Pelaku diduga dua orang, satu pelaku yang membentangkan busur melarikan diri," ujar Idris.

    Korban kemudian berteriak menyebut pemuda tersebut sebagai anggota geng motor. Warga yang mendengar teriakan itu berkerumun di lokasi dan sempat menghakiminya sebelum pemuda tersebut diamankan.

    "Dia sempat diamuk massa sebelum ditangkap oleh petugas keamanan dan warga yang berada di sekitar lokasi," jelas Idris.

  2. 2. Diduga gunakan busur untuk menakut-nakuti pengendara

    Terduga geng motor dikeroyok massa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Tamalate, Makassar, Minggu malam (25/10/2026). (Dok. Istimewa)
    Terduga geng motor dikeroyok massa di Jalan Metro Tanjung Bunga, Tamalate, Makassar, Minggu malam (25/10/2026). (Dok. Istimewa)

    Idris menduga aksi tersebut bukan merupakan upaya pembegalan. Menurut dia, penggunaan busur diduga berkaitan dengan aksi kelompok geng motor yang menakut-nakuti atau menyerang pengendara di jalan.

    "Kalau untuk melakukan pembegalan, kemungkinan kecil karena mereka yang diduga terlibat hanya dua orang," ungkapnya.

    Idris mengatakan, para pemuda tersebut diduga membentangkan busur kepada pengendara yang melintas. Apabila pengendara melakukan perlawanan, mereka diduga akan melepaskan anak panah.

    "Sepertinya hanya untuk menakut-nakuti dengan membentangkan busur. Kalau ada perlawanan, busurnya dilepaskan," katanya.

  3. 3. Polisi masih menyelidiki

    Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat
    Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

    Selain menghakimi pemuda tersebut, massa juga membakar sepeda motor trail Honda CRF yang diduga miliknya. Peristiwa itu menjadi perhatian warga dan videonya beredar di media sosial.

    Polisi kemudian membawa pemuda tersebut ke Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sepeda motor yang dibakar massa juga masuk dalam penanganan perkara tersebut.

    Idris mengatakan polisi masih mendalami kejadian itu, termasuk dugaan penggunaan busur untuk menyerang pengendara dan keberadaan seorang lainnya yang melarikan diri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More