Ekspor Sulsel Februari 2026 Capai US$142,15 Juta, 72 Persen Nikel

- Nilai ekspor Sulsel Februari 2026 mencapai US$142,15 juta, turun tipis 0,92 persen dari tahun lalu, dengan nikel mendominasi 72,75 persen senilai US$103,42 juta.
- Jepang menjadi tujuan utama ekspor Sulsel sebesar US$105,04 juta atau 73,89 persen dari total ekspor, disusul Tiongkok dan Taiwan yang bersama-sama menyumbang lebih dari 90 persen.
- Impor Sulsel melonjak hingga US$120,65 juta pada Februari 2026, didominasi bahan bakar mineral dan pangan; mayoritas berasal dari Tiongkok serta masuk melalui Pelabuhan Makassar.
Makassar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor pada Februari 2026 sebesar US$142,15 juta. Angka ini turun tipis 0,92 persen dibandingkan Februari 2025, namun secara kumulatif Januari–Februari 2026 mencapai US$209,89 juta.
Di sisi lain, nilai impor Sulawesi Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar US$120,65 juta. Nilai ini melonjak signifikan hingga 79,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$67,04 juta.
1. Nikel jadi tulang punggung ekspor Sulsel

Dikutip dari siaran berita resmi statistik BPS Sulsel, Rabu (1/4/2026), komoditas nikel menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulawesi Selatan pada Februari 2026 dengan nilai mencapai US$103,42 juta atau sekitar 72,75 persen dari total ekspor. Nilai ini melonjak tajam hingga 471,25 persen dibandingkan Januari 2026.
Di bawah nikel, komoditas kakao mencatat nilai ekspor sebesar US$9,79 juta (6,89 persen), disusul besi dan baja sebesar US$6,93 juta (4,87 persen), biji-bijian berminyak US$6,63 juta (4,66 persen), serta garam, belerang, dan kapur sebesar US$4,80 juta (3,37 persen).
Meski demikian, secara kumulatif Januari–Februari 2026, nilai ekspor Sulsel justru mengalami penurunan 21,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh anjloknya ekspor besi dan baja yang turun hingga 78,34 persen.
2. Jepang dan Tiongkok jadi pasar utama ekspor

Dari sisi negara tujuan, Jepang menjadi pasar utama ekspor Sulawesi Selatan pada Februari 2026 dengan nilai mencapai US$105,04 juta atau berkontribusi 73,89 persen dari total ekspor.
Selanjutnya disusul Tiongkok sebesar US$27,40 juta (19,27 persen) dan Taiwan sebesar US$2,18 juta (1,53 persen). Jika ditotal, tiga negara ini menyumbang lebih dari 90 persen ekspor Sulawesi Selatan.
Secara kumulatif Januari–Februari 2026, ekspor ke Jepang mencapai US$125,44 juta, diikuti Tiongkok sebesar US$62,68 juta, dan Taiwan sebesar US$4,39 juta.
3. Impor melonjak, didominasi BBM dan bahan pangan

Sementara itu, impor Sulawesi Selatan pada Februari 2026 didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral dengan nilai US$26,40 juta atau 21,88 persen dari total impor. Komoditas lainnya yang juga besar antara lain gula dan kembang gula sebesar US$17,24 juta (14,29 persen), olahan makanan hewan US$10,38 juta (8,60 persen), mesin-mesin mekanik US$6,59 juta (5,46 persen), serta gandum sebesar US$5,48 juta (4,54 persen).
Dari sisi negara asal, impor terbesar berasal dari Tiongkok dengan nilai US$54,27 juta (44,98 persen), diikuti Singapura US$28,39 juta (23,53 persen), dan Thailand US$17,89 juta (14,82 persen).
Mayoritas barang impor masuk melalui Pelabuhan Makassar dengan nilai mencapai US$114,21 juta atau sekitar 94,66 persen dari total impor Sulawesi Selatan pada Februari 2026.



















