Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komoditas Pangan Picu Inflasi 4,5 Persen di Sulsel pada Maret 2026

Komoditas Pangan Picu Inflasi 4,5 Persen di Sulsel pada Maret 2026
Ilustrasi cabai. (IDN Times/Yuko Utami)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BPS Sulsel mencatat inflasi tahunan Maret 2026 sebesar 4,5 persen, dipicu kenaikan harga di hampir semua kelompok pengeluaran, terutama makanan, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
  • Kenaikan bulanan 0,59 persen didorong lonjakan harga cabai rawit, tomat, dan telur ayam ras, sementara emas perhiasan memberi efek deflasi kecil yang menahan laju inflasi.
  • Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 5,73 persen dan terendah di Kota Palopo 2,81 persen, menunjukkan tekanan harga merata dengan intensitas berbeda antarwilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 4,5 persen pada Maret 2026. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,78 pada Maret 2025 menjadi 111,59 pada Maret 2026.

Selain itu, secara bulanan (month to month/m-to-m) inflasi tercatat sebesar 0,59 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 2,11 persen. Kenaikan harga ini mencerminkan tekanan inflasi yang masih terjadi di berbagai kelompok pengeluaran masyarakat.

1. Inflasi didorong kenaikan harga makanan hingga listrik

ilustrasi inflasi
ilustrasi inflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut berita resmi statistik yang dilansir BPS Sulsel, Rabu (1/4/2026), secara y-on-y, inflasi terjadi akibat kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 5,65 persen dan menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tinggi sebesar 8,92 persen. Bahkan, subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga melonjak hingga 21,3 persen, dengan tarif listrik menjadi penyumbang utama inflasi sebesar 1,12 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi yang tertinggi dengan inflasi mencapai 16,55 persen. Komoditas emas perhiasan memberikan andil paling besar, yakni 1,25 persen terhadap inflasi tahunan.

Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami deflasi, seperti pakaian dan alas kaki sebesar 0,9 persen, perlengkapan rumah tangga 0,34 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,12 persen.

2. Cabai rawit hingga telur ayam dorong inflasi bulanan

PHOTO-2026-02-26-23-47-11.jpeg
Ilustrasi telur ayam. (dok. Bapanas)

Pada Maret 2026, inflasi bulanan sebesar 0,59 persen banyak dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,1 persen, disusul tomat 0,08 persen dan telur ayam ras 0,06 persen.

Komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), jagung manis (0,03 persen), pepaya (0,03 persen), hingga ikan bandeng (0,03 persen). Bahkan, harga bensin dan angkutan antar kota juga memberikan kontribusi masing-masing sebesar 0,02 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti emas perhiasan justru memberikan andil deflasi secara bulanan sebesar -0,05 persen, sehingga sedikit menahan laju inflasi.

3. Inflasi tertinggi di Sidrap, terendah di Palopo

Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana
Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana

BPS mencatat seluruh dari delapan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengalami inflasi tahunan pada Maret 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 5,73 persen dengan IHK 109,76.

Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 2,81 persen dengan IHK 109,77. Adapun Kota Makassar mencatat inflasi sebesar 4,54 persen dengan IHK 111,86.

Wilayah lainnya seperti Luwu Timur mencatat inflasi 4,80 persen, Watampone 4,70 persen, Wajo 4,35 persen, Parepare 4,04 persen, dan Bulukumba 3,92 persen. Data ini menunjukkan tekanan harga relatif merata, meskipun dengan intensitas berbeda di tiap daerah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More