Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disdik Minta Orang Tua Tak Panik Imbas SD Pajjaiang Ditutup Ahli Waris

Disdik Minta Orang Tua Tak Panik Imbas SD Pajjaiang Ditutup Ahli Waris
Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa
Intinya Sih
  • SD Inpres Pajjaiang Makassar ditutup oleh pihak ahli waris
  • Siswa tertahan di luar dan tidak bisa masuk, kepala Dinas Pendidikan meminta orang tua siswa untuk tidak panik
  • Penutupan sekolah membuat gerbang disegel, tim dari Pemerintah Kota Makassar langsung bergerak membuka gerbang yang digembok
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Makassar, IDN Times - SD Inpres Pajjaiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), lagi-lagi ditutup oleh pihak yang mengaku ahli waris. Pada Selasa (16/7/2024), sekolah ini bahkan sempat digembok dan dirantai.

Akibatnya, siswa tertahan di luar dan tidak bisa masuk. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, meminta otang tua siswa agar tidak panik dengan penutupan sekolah itu.

"Saya minta sekarang orang tua tidak usah panik. Saya sudah perintahkan kepala sekolah kalau ada kejadian seperti ini, jangan dibiarkan anak-anak, buka paksa, kasih masuk anak-anak belajar,* kata Muhyiddin.

1. Proses pembelajaran tidak boleh berhenti

Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa
Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa

Muhyiddin menegaskan belum ada putusan hukum inkrah yang dijadikan sebagai dasar. Maka sampai saat ini, pihaknya menyatakan SD Inpres Pajjaiang masih tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Makassar.

Untuk itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak boleh terganggu karena persoalan ini. Para siswa harus tetap mendapatkan haknya untuk belajar.

"Proses pembelajaran tidak boleh berhenti. Ortu nda usah panik. Saya bertanggung jawab soal itu terkait dengan pendidikan di Kota Makassar," kata Muhyiddin.

2. Sekolah dibangun di atas tanah wakaf

Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa
Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa

Lebih lanjut, Muhyiddin menyatakan sekolah ini telah dibangun sejak 1974. Namun saat ini tidak ada pihak yang keberatan dengan pembangunan sekolah ini.

Dia menjelaskan sekolah inpres dibangun pada masa Orde Baru. Saat itu, tak jarang orang mewakafkan tanahnya untuk dibanguni sekolah.

Pemerintah, kata Muhyiddin, hanya menyediakan fasilitas pendidikan dan sosial seperti masjid, sekolah dan sebagainya di atas tanah wakaf.

"Sebagai ruang tanah dulu ini, itu mewakafkan untuk mendirikan sekolah. Pertanyaan kami, kenapa baru sekarang. Yang menuntut ini kan menurut ahli waris," kata Muhyiddin.

3. Siswa sempat tertahan sebelum gembok dan rantai dibongkar paksa

Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa
Dinas Pendidikan Kota Makssar mencabut spanduk penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajjaiang, Selasa (16/7/2024)/Istimewa

Penutupan itu membuat siswa yang hendak masuk terpaksa tertahan di luar sekolah. Sebab gerbang SD Inpres Pajjaiang sempat disegel dan didepannya dipasangi spanduk berukuran besar yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Biringkanayya.

Menyikapi penutupan sekolah ini, tim dari Pemerintah Kota Makassar langsung bergerak untuk membuka gerbang yang digembok dengan rantai itu. Tim Satpol PP membuka rantai tersebut dengan menggunakan linggis.

"Langsung kami buka. Karena kami anggap bahwa ini harus sesuatu yang belum berkekuatan hukum," kata Muhyiddin.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ashrawi Muin
EditorAshrawi Muin

Latest News Sulawesi Selatan

See More