Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Didemo Mahasiswa soal Pemadaman Bergilir, PLN Minta Maaf

Kota Makassar
Didemo Mahasiswa soal Pemadaman Bergilir, PLN Minta Maaf
Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • GAM berunjuk rasa di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, menuntut pemadaman bergilir dihentikan, kompensasi bagi warga terdampak, serta pencopotan General Manager Edyansyah.
  • PLN mengakui adanya pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem Sulbagsel selama pemeliharaan infrastruktur dan penyesuaian sistem berlangsung.
  • PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan, mempercepat pemulihan kelistrikan, serta menyatakan kompensasi akan mengikuti ketentuan dan standar mutu pelayanan yang berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (Sulselrabar)buka suara terkait aksi unjuk rasa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) yang menuntut penghentian pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Sulawesi Selatan. Mahasiswa juga mendesak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman.

Melalui Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, PLN menyebut terus melakukan optimalisasi kondisi kelistrikan. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir.

  1. 1. PLN terus optimalisasi kondisi kelistrikan

    Petugas melakukan pekerjaan pemeliharaan pada fasilitas PLTU Jeneponto sebagai bagian dari upaya percepatan pemeliharaan infrastruktur keten
    Petugas melakukan pekerjaan pemeliharaan pada fasilitas PLTU Jeneponto sebagai bagian dari upaya percepatan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk menjaga keandalan Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). (Dok. PLN UID Sulselrabar)

    Niki mengatakan PLN memahami aspirasi mahasiswa dan masyarakat terkait kondisi pengaturan beban yang saat ini terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kestabilan sistem Sulbagsel di tengah proses pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan penyesuaian sistem.

    "PLN terus melakukan percepatan pekerjaan dan optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal sesegera mungkin, sekaligus meminimalkan dampak kepada masyarakat," kata Niki Rendra kepada IDN Times, Jumat (4/9/2026).

    Ia menyebut PLN terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan kondisi kelistrikan. Langkah tersebut dilakukan dengan mempercepat pekerjaan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

  2. 2. PLN akui ada pengaturan beban

    Ilustrasi pemeliharaan jaringan transmisi oleh petugas PLN Sistem Sulbagsel. (Dok. PLN)
    Ilustrasi pemeliharaan jaringan transmisi oleh petugas PLN Sistem Sulbagsel. (Dok. PLN)

    Terkait tuntutan kompensasi dari mahasiswa, PLN menghargai aspirasi tersebut. Niki mengatakan mekanisme pemberian kompensasi mengikuti ketentuan dan standar tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang berlaku.

    "Dengan mempertimbangkan kondisi serta penyebab gangguan atau pengaturan beban," ujarnya.

    PLN sebelumnya menghadapi aksi unjuk rasa GAM yang mempersoalkan pemadaman listrik bergilir. Mahasiswa menilai kondisi tersebut telah berdampak kepada masyarakat sehingga meminta PLN memberikan kompensasi.

  3. 3. GAM menuntut pemadaman listrik dihentikan

    Orator dari kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). ID
    Orator dari kelompok Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Makassar menggelar unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis (3/9/1016). IDN Times/Darsil Yahya

    Mewakili PLN UID Sulselrabar, Niki juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman bergilir. PLN mengapresiasi perhatian dan masukan dari berbagai pihak terkait kondisi kelistrikan saat ini.

    "PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi perhatian dan masukan dari seluruh pihak," tandasnya.

    Namun, Niki Rendra Adisetiawan enggan berkomentar ketika ditanya mengenai desakan mahasiswa agar General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, dicopot dari jabatannya. Mahasiswa menilai Edyansyah tidak becus menjalankan amanah dan bertanggung jawab atas kondisi kelistrikan di wilayah Sulsel, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

    Sebelumnya, GAM menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN UID Sulselrabar di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar, Sulsel, Kamis (3/9/2026). Dalam aksinya, mahasiswa menuntut pemadaman listrik bergilir segera dihentikan dan masyarakat yang terdampak diberikan kompensasi.

    GAM juga mendesak pencopotan General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah. Massa membakar ban bekas tepat di depan kantor PLN UID Sulselrabar dan membentangkan spanduk bertuliskan "Tagihan Tak Pernah Bergilir Tapi Listrik Dipadamkan Bergilir" sebagai bentuk protes.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More