Detik-detik Dewa Diculik sebelum Ditemukan Tewas

Makassar, IDN Times - Seorang anak berusia 11 tahun ditemukan tewas dengan jasad terbungkus kantong plastik, di sekitar waduk Nipa-nipa, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Maros, Selasa (10/1/2023). Bocah itu diketahui bernama Dewa, siswa kelas 5 SD di Makassar yang beberapa hari lalu dilaporkan hilang.
Anak bernama lengkap Muhammad Fadli Sadewa terakhir terlihat berada di depan sebuah minimarket di Jalan Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Minggu petang, 8 Januari 2023. Sebelum jasad Dewa ditemukan, beredar rekaman CCTV yang memperlihatkan keberadaannya.
1. Dijemput orang misterius di depan minimarket

Dalam rekaman CCTV yang beredar, Dewa terlihat mengenakan kaos jingga bergaris hitam, celana pendek, dan sandal. Pada video itu, seorang pria mengajaknya naik ke sepeda motor bebek hitam.
Dewa terlihat sempat ragu naik ke sepeda motor. Namun belakangan dia akhirnya ikut dan meninggalkan minimarket bersama seseorang yang terlihat tambun mengenakan kaos dan celana berwarna gelap.
Ayah Dewa, Karmin (32) mengatakan anaknya diduga jadi korban pembunuhan usai diculik. "Saya laporkan hilang, tapi ini didapat sudah meninggal di sungai," kata Karmin saat dikonfirmasi IDN Times via telepon, Selasa.
2. Jasad korban ditemukan terbungkus kantong plastik

Korban bernama lengkap Muhammad Fadli Sadewa merupakan anak dari pasangan Karmin dan Nasra, warga Jalan Batua Raya 7, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Saat ditemukan, jasad Dewa terbungkus kantong plastik, tergeletak di kolong jembatan.
"Sekarang lagi diperiksa di rumah sakit Bhayangkara. Ini saya sementara menunggu," kata Karmin.
IDN Times masih berupaya meminta keterangan kepolisian soal peristiwa penculikan dan pembunuhan ini. Kabarnya, Polrestabes Makassar berencana merilis penangkapan pelaku pada Selasa petang.
3. Orang tua korban sudah melapor ke polisi

Karmin mengatakan dia sudah melaporkan kasus kematian anaknya ke kepolisian. Dia berharap polisi mengusut tuntas kasus itu dan menjerat pelaku pembunuhan anaknya.
"Sudah saya laporkan ke Polrestabes, ya pasti keluarga harapkan pelaku dihukum sesuai perbuatannya," ucap Karmin.

















