BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sulsel

Makassar, IDN Times - Hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang mulai terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, Rabu 26 Oktober 2021 kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG Makassar Rifki Yudha mengatakan, sejumlah daerah masih akan mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan. Meski begitu, belum ada potensi banjir.
"Mungkin lebih ke arah genangan. Karena memang hujan yang kami pantau hujannya yang relatif tidak lama tapi lebat. Jadi yang perlu diwaspadai hujan lebatnya, angin kencang. Karena awan kumulunimbus sama kilatan petir," kata Rifki saat dihubungi IDN Times via telepon, Rabu (27/10/2021).
1. Cuaca ekstrem terpantau lebih potensial di bagian barat

Rifki mengatakan wilayah Sulsel, khususnya di bagian barat, sebagian memang telah memasuki awal musim hujan. Sebagian lagi masih peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
"Di awal-awal periode ini memang potensi musim hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang, tetapi berdurasi singkat memiliki potensi yang cukup besar untuk tumbuh pada siang hingga sore hari," kata Rifki.
Beberapa daerah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan antara lain adalah Pinrang, Sidrap, Gowa, Takalar, Makassar, Maros, Pangkep, dan Barru.
"Beberapa hari ke depan kami pantau masih terkonsentrasi di pesisir barat. Kemudian juga di bagian timur Sulsel wilayah Wajo juga memiliki potensi yang cukup tinggi," sebutnya.
2. Kondisi hujan belum menentu
.jpg)
Walau sempat terjadi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang, namun pagi ini cuaca masih cukup cerah. Hal itu bisa dilihat di Makassar. Terkait hal ini, Rifki menjelaskan karena kondisi hujan belum menentu.
Dia menjelaskan hal itu lumrah terjadi dalam masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Di saat seperti ini, cuaca di pagi hingga siang hari umumnya akan cerah hingga cerah berawan.
"Kemudian nanti di sore hari dan sampai bisa menjelang awal malam bisa berpotensi turun di situ," jelasnya.
3. Puncak musim hujan terjadi di Januari 2022

BMKG telah memprediksi musim hujan terjadi di bulan November 2021. Puncaknya diprediksi terjadi di Januari-Februari 2022 mendatang.
"Kalau periode seperti ini bulan Oktober, nanti di awal November memang hujannya terkonsentrasi di sore hari. Berbeda nanti kalau di Januari, hujannya bisa sepanjang hari dari mulai pagi sampai dini hari," kata Rifki.



















