Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir Rendam Wilayah Bone: Dua Orang Tewas, 67 Warga Dievakuasi

Banjir Rendam Wilayah Bone: Dua Orang Tewas, 67 Warga Dievakuasi
Tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Bone, Jumat (8/5/2026). (Dok. Basarnas Sulsel)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Banjir besar melanda Kabupaten Bone akibat hujan deras sejak Kamis malam, menewaskan dua orang dan memaksa 67 warga dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
  • Basarnas bersama unsur gabungan terus siaga di lokasi banjir untuk memastikan tidak ada warga terjebak serta mengantisipasi potensi banjir susulan akibat curah hujan tinggi.
  • Bupati Bone turun langsung meninjau wilayah terdampak, memerintahkan pembersihan drainase, pendataan kerusakan, dan percepatan penyaluran bantuan bagi warga yang terkena dampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026), setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut sejak Kamis malam (7/5/2026). Ketinggian air dilaporkan mencapai 0,5 hingga 2 meter di beberapa titik dan menyebabkan puluhan warga terjebak di rumah mereka.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar melalui Pos SAR Bone langsung mengerahkan tim rescue untuk melakukan evakuasi warga terdampak. Dalam operasi SAR gabungan itu, sebanyak 67 warga dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara dua orang dilaporkan meninggal dunia.

1. Dua korban meninggal saat banjir melanda

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 05.40 WITA dari masyarakat setempat. Tim Rescue Pos SAR Bone kemudian langsung diterjunkan ke lokasi terdampak dengan membawa peralatan evakuasi.

“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik,” ujar Sultan.

Wilayah yang terdampak banjir meliputi Panyula, depan Polres Bone, Kelurahan Masumpu, Yos Sudarso, Lingkungan Lengkongnge, dan Rompe. Hingga siang hari, hujan masih mengguyur kawasan terdampak dengan suhu berkisar 19 hingga 30 derajat Celsius.

Sultan menjelaskan dua korban meninggal dunia masing-masing bernama Naima, seorang perempuan lanjut usia yang ditemukan meninggal di atas ranjang rumahnya, serta Acca, bocah berusia 5 tahun yang tenggelam saat proses evakuasi mandiri dilakukan keluarganya.

“Korban atas nama Naima ditemukan meninggal dunia di atas ranjangnya, penyebab kematiannya belum bisa kami pastikan. Sementara Acca yang berusia 5 tahun tenggelam saat ayah korban sedang melakukan evakuasi mandiri. Sempat dilakukan RJP atau Resusitasi Jantung Paru, namun usaha tersebut tidak berhasil,” katanya.

2. Basarnas dan tim gabungan masih siaga di lokasi banjir

Tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Bone, Jumat (8/5/2026). (Dok. Basarnas Sulsel)
Tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Bone, Jumat (8/5/2026). (Dok. Basarnas Sulsel)

Operasi SAR banjir di Bone melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, hingga masyarakat setempat. Tim gabungan menyisir sejumlah titik genangan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak.

Basarnas menyatakan pemantauan dan kesiapsiagaan masih terus dilakukan mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Bone. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu banjir susulan di kawasan rawan genangan.

“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat,” ujar Sultan.

3. Bupati turun meninjau lokasi banjir

Bupati Bone Andi Asman meninjau lokasi terdampak banjir, Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Pemkab Bone)
Bupati Bone Andi Asman meninjau lokasi terdampak banjir, Jumat pagi (8/5/2026). (Dok. Pemkab Bone)

Pemerintah Kabupaten Bone juga bergerak cepat menangani dampak banjir yang terjadi di sejumlah wilayah. Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman turun langsung meninjau lokasi terdampak bersama sejumlah kepala OPD terkait.

Beberapa titik yang dipantau di antaranya kawasan depan Polres Bone, wilayah depan Kantor Lurah TA, hingga Kelurahan Panyula yang disebut menjadi salah satu daerah dengan genangan cukup tinggi. Di sejumlah titik, air bahkan mencapai di atas lutut orang dewasa.

Dalam peninjauan itu, Bupati Bone disebut tidak hanya memantau dari kendaraan, tetapi juga turun langsung menembus genangan untuk mendatangi rumah-rumah warga terdampak. Pemerintah daerah juga langsung melakukan pembersihan drainase dan titik penyumbatan untuk mempercepat surutnya genangan.

“Seluruh OPD terkait dan camat agar segera melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah kerja masing-masing, mengingat curah hujan sangat tinggi dan ada beberapa titik mengalami banjir,” tegas Andi Asman.

Selain penanganan darurat, Pemkab Bone juga melakukan pendataan terhadap dampak banjir, termasuk kondisi rumah warga, kerusakan fasilitas umum, serta potensi kerugian yang ditimbulkan. Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan logistik dan penanganan lanjutan bagi warga terdampak.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More